Waduh! Tenaga Ahli Walikota Tak Jelas Anggarannya

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - DPRD Cilegon ingatkan Pemkot Cilegon soal pengangkatan tenaga ahli dalam membantu kerja kepala daerah....

Hal itu disampaikan DPRD Cilegon dalam rapat dengar pendapat (hearing) lintas komisi bersama Bappeda, BPKAD dan tiga Staf Ahli Walikota di Ruang Rapat DPRD Cilegon, Senin (3/5/2021).

Pengangkatan tenaga ahli tersebut telah disahkan melalui SK Walikota Nomor 800/Kep.93-Um/2021 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli pada 20 April lalu yang ditandatangani oleh Walikota Cilegon, Helldy Agustian, namun tidak diketahui oleh dewan dan belum jelas pos anggarannya.

Dalam hearing itu disebutkan, Pemkot Cilegon telah menetapkan sebanyak 13 orang tenaga ahli selain tiga Staf Ahli Walikota yang diantaranya menangani Bidang Pemerintahan, Kesejahteraan Rakyat, Perekonomian dan Keuangan serta Pembangunan.Dimana Pemkot Cilegon.

Pembentukan tenaga ahli tersebut mengacu pada Permendagri Nomor 134 tahun 2018, tentang Kedudukan, Tata Hubungan Kerja dan Standar Kompetensi Staf Ahli Kepala Daerah.

“Cantolann hukum sudah jelas kita menggunakan Permendagri Nomor 134 tahun 2018. Jadi kita boleh menyediakan, mengkoordinasikan tenaga ahli yang dibutuhkan oleh staf ahli sesuai dengan yang dibutuhkan,” ujar Kepala Bappeda Cilegon Beatrie Noviana.

Namun demikian, Beatrie mengakui jika pembentukan tenaga ahli tersebut belum tertuang dalam rencana kerja daerah Kota Cilegon 2021.

“Dibentuk dulu tenaga ahlinya. Kemudian masalah perencanaan penganggarannya, kami sudah melalui kode rekening BPKAD,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Cilegon, Rahmatullah menyarankan agar dalam pengangkatan tenaga ahli tersebut menggunakan cantolan hukum yang merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 109, tahun 2000, tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Namun, nampaknya Pemkot Cilegon masih bingung dengan cantolan hukum tersebut, terlebih perencanaan penngangkatan tenaga ahli tersebut telah ditetapkan melalui SK Walikota.

“Kita usulkan cantolan hukum yang lain mereka bingung. Berartikan kajiannya masih belum matang,” ujar Rahmatullah.

Untuk itu, Anggota Fraksi Persatuan Demokrat itu mengimbau kepada Pemkot Cilegon agar berhati-hati dalam menggunakan cantolan hukum dalam penetapan tenaga ahli tersebut.

“Jangan sampai dikemudian hari, waktunya engga seberapa, uangnya gak seberapa, tapi mereka jadi pesakitan, kita sih mengimbau saja kepada mereka, kalau mereka memaksakan diri yah silahkan saja, yang penting mereka sudah yakin cantolannya yah silahkan gunakan, jalan,” tuturnya.

Selain itu, Rahmatullah juga mempertanyakan rencana anggaran yang akan digunakan untuk menggaji ketiga belas tenaga ahli tersebut.

“Honornya aja masih bingung, engga tahu berapa, BPKAD tadi bilang engga tahu honornya berapa, nunggu dari Bagian Umum Setda dulu. Berarti kan engga ada kajian cantolannya apa, honornya berapa perorang, tugasnya job deskripsinya juga apa,” katanya.

Jangan Asal Geser Anggaran

Untuk itu Rahmatullah mengingatkan agar penafsiran kepala daerah dapat singkron dengan jajaran di bawahnya. Selain itu, Rahmatullah juga mengatakan, pentingnya cantolan hukum terkait dengan honor tenaga ahli yang telah diberikan SK oleh Walikota.

“Jangan main geser-geser anggaran, anggaran mana yang mau di pakai? Kan dianggaran reguler 2021 tidak ada. Kalau menggeser anggaran semaunya sendiri, yah terserah. Udahlah yang lurus saja sesuai yang ada, sesuai aturan main,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPRD Cilegon, Subhi mengatakan, pemerintah perlu mengkaji lebih dalam terkait pengangkatan tenaga ahli tersebut. Hal itu agar pemerintah tidak menghadapi permasalahan hukum di kemudian hari.

“Tentunya perlu ada kajian lebih mendalam supaya dikemudian hari tidak ada masalah. Apa yang DPRD sampaikan hari ini adalah semata-mata karena kita mempunyai semangat yang sama, kita ingin bersinergi tapi jangan lantas kemudian menimbulkan sebuah persoalan,” pungkasnya.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: