Viral di Medsos, Polisi Beri Pembinaan Pelaku Perang Sarung di Waduk Krenceng

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Polsek Ciwandan berhasil mengamankan sepuluh pelaku yang terlibat dalam perang sarung yang viral di sosial media (Sosmed)....

Pelaku yang didominasi oleh sejumlah remaja dibawah umur tersebut digelandang ke Polsek Ciwandan setelah kedapatan terekam dalam video perang sarung berdurasi 14 detik di area Waduk Krenceng, Kecamatan Citangkil.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari para pelaku berupa telepon genggam (Handphone) dan kain sarung yang telah diikat ujungnya yang digunakan saat perang sarung.

Kapolsek Ciwandan, AKP Ali Rahman mengatakan, pelaku tawuran perang sarung tersebut melibatkan tiga kelompok dari beberapa lingkungan di Kecamatan Citangkil.

“Peristiwa terjadi pada hari Selasa tanggal 13 April 2021sekitar jam 06.00 Wib yang melibatkan oknum pemuda dan remaja dari lingkungan Krenceng, Samangraya dan Ramanuju di area Waduk PT KTI (Waduk Krenceng),” kata Kapolsek, Kamis (15/4/2021).

“Dengan mendapatkan backup penuh dari jajaran Satreskrim Polres Cilegon, kita identifikasi para pelaku yang terlihat di video tersebut, kita berhasil mengamankan sepuluh orang,” ujar Kapolsek.

AKP Ali Rahman mengungkapkan, para pelaku perang sarung itu diawali dengan saling mengundang teman-temannya melalu pesan singkat WhatsApp untuk melakukan aksi tidak terpuji tersebut.

“Atas nama saudara F warga Krenceng mengajak saudara R yang selanjutnya mengundang melalui grup WhatsApp. Selanjutnya atas nama saudara I warga Ramanuju mengajak teman-temannya masing-masing berjumlah enam orang. Dan kita tanyakan juga para pelaku, katanya hanya iseng,” ungkapnya.

Mengingat para pelaku aksi perang sarung tersebut masih di bawah umur, Kapolsek Ciwandan mengaku hanya akan memberikan pembinaan dan pemahaman dengan melibatkan dan memanggil orang tua para pelaku beserta Ketua RT/RW dari lingkungan masing-masing.

“Dalam hal ini kita laksanakan pembinaan kepada mereka dan berikan pengertian kepada orang tuanya. Setelah ini kita kembalikan dan kita monitor terus,” tutur AKP Ali.

Kapolsek menjelaskan, peristiwa aksi tidak terpuji tersebut terjadi lantaran diduga ada kelengahan satuan pengamanan setempat yang sedang berjaga melakukan peralihan dari regu satu ke regu selanjutnya.

“Ya memang pada saat tadi kita mintai keterangan satuan pengamanan setempat, mungkin jam- jam tersebut ada momentum serah terima regu, sip-sip an,” ujarnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, AKP Ali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menimbulkan kerumunan yang tidak penting dan berharap aksi serupa tidak terulang kembali terutama saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Yang kita takutkan kejadian ini meluas dan menyebabkan terjadinya korban jiwa. Beberapa daerah sudah terjadi di ujung sarung itu diikatkan gear atau batu yang kemudian dipukulkan kepada rekan lainnya bisa menimbulkan luka sampai jatuh korban jiwa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon, AKP Arief Nazaruddin Yusuf mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polsek Ciwandan untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Kita telah sebar anggota untuk mengawasi kegiatan masyarakat di jam-jam yang rawan dan longgar. Semoga setelah kita memberikan edukasi, kita langsung bergerak secara preventif dan proyektif di tingkat lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq
Editor: Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: