Viral Aturan Makan di Tempat Saat PPKM, Ini Kata Pedagang dan Pembeli

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Kebijakan soal makan di warung makan dan sejenisnya selama 20 menit tengah menjadi perbincangan yang menarik di masyarakat. ...

Ada yang menilai kebijakan pemerintah pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level terkait waktu makan di tempat tersebut cukup, namun ada juga yang menilai tidak cukup.

Diketahui, aturan mengenai pembatasan waktu makan di tempat itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali hingga 2 Agustus 2021.

Di tengah perdebatan soal waktu makan tersebut, Aziz (40) seorang pedagang warung soto di Jalan Maulana Yusuf, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil mengatakan, durasi waktu 20 menit terbilang cukup untuk sekedar makan di tempatnya berjualan.

“Ya mending. Kadang orang juga makan di sini engga sampai 20 menit,” katanya saat diwawancarai di sela-sela kegiatannya melayani pembeli, Rabu (28/7/2021).

Menurut Aziz, di masa PPKM Level 4 dan 3 saat ini, dirinya sebagai pedagang dapat lebih bernafas lega dan menerima aturan makan di tempat selama 20 menit.

“Kalau sekarang sudah agak longgar engga diperketat dari pada PPKM Darurat itu yang bikin ruwet,” ujarnya.

Meski menerima, Aziz berharap bisa berjualan seperti biasanya secara normal tanpa ada aturan-aturan yang membatasi seperti sebelum pandemi Covid-19. Selama pandemi ia mengaku omzet penjualannya menurun.

“Ya mudah-mudahan sih dihapus PPKM nya biar gak ada waktu-waktunya lagi. Dengan adanya pandemi ini berdampak pada omzet yang menurun sampai 30 persen,” tuturnya.

Terpisah, Ahmad (34) pedagang pecel lele dan ayam di Jalan Letjend R. Suprapto, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, tepatnya di samping Gedung DPRD Cilegon, mengaku pasrah dan menerima dengan aturan tersebut.

“Ya kalau pemerintah ketentuannya begitu mau diapakan lagi. Kalau 20 menit ya engga masalah, mungkin cukup kali ya, engga masalah masih ada kebijakan lebih baik dari yang kemarin engga boleh makan di tempat,” ucapnya.

Namun, Ia berharap jam buka untuk berjualannya dapat diperpanjang bukan hanya sampai pukul 20.00 WIB. Karena, lanjut Ahmad, dirinya biasa memulai aktifitas berjualan pukul 16.00 WIB.

“Biasanya kita buka sampai tengah malam, tapi kalau lagi PPKM begini sampai jam 8 malam ya waktu terbatas dan mempengaruhi pendapatan juga,” katanya.

Ahmad mengaku, pada kondisi saat ini, usahanya itu mengalami penurunan omzet penjualan lebih besar selama pandemi.

“Sampai 50 persen penurunannya, keliatan itu,” ujarnya.

Sementara, Arya Abdul Hadi (21) warga Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, yang biasa makan di warung pecel lele dan ayam menilai, aturan waktu makan di tempat selama 20 menit terkesan dipaksakan.

“Menurut saya dengan waktu 20 menit itu terlalu tergesa-gesa untuk menyantap makanan. Terlebih kita makan itu kan butuh kenyamanan tidak harus tergesa-gesa,” katanya.

Arya mengetahui, aturan tersebut semata-mata untuk mencegah penularan Covid-19. Namun Ia berpendapat hal itu bisa dicegah dengan melakukan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak).

“Ya harapannya sih waktunya bisa ditambah lah, ya, misalnya 50 menit gitu biar kita bisa santai,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: