Unik! Melihat Gerhana Pakai Baskom

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG - Fenomena gerhana matahari cincin di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Banten, membuat warga di Kota Serang antusias untuk bisa melihat munculnya gerhana yang terbilang langka tersebut.

Berbekal kebiasaan turun temurun dari nenek moyang, warga Kota Serang punya tips aman untuk bisa menyaksikan peristiwa gerhana.

Sunita (50) warga, Pengampelan, Walantaka, Serang mengungkapkan, para orangtua di zaman dahulu terbiasa melihat gerhana matahari melalui baskom yang diisi air.

“Kalau dulu rame. Orang-orang pada bawa baskom buat liat gerhana. Kalau sekarang jarang, paling beberapa aja yang masih ingat. Ini adalah kebiasaan turun temurun dari orangtua, ke anak, cucu, sampe generasi selanjutnya,” kata Suniya, Kamis (26/12/2019).

Untuk dapat melihat gerhana matahari melalui baskom, lanjut Sunita, air harus benar-benar tenang dan tidak boleh goyang (bergerak).

“Ya gak terlalu jelas sih, cuma lumayan aja gak terlalu silau dibanding melihat secara langsung,” ujarnya.

Meski hal tersebut tidak menjamin dapat menjaga keamanan mata saat melihat gerhana, bersama keempat anaknya, Sunita menyaksikan gerhana matahari cincin secara bergantian.

Di tempat berbeda, sejumlah warga di Kasemen, Kota Serang, juga melakukan hal serupa untuk bisa menyaksikan fenomena langka tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kota Serang, Tarjono mengatakan, gerhana yang muncul di Banten berupa gerhana matahari sebagian, dengan magnitudo rentangan gerhana antara 0,791 di Cilegon hingga 0,781 di Rangkasbitung.

“Memang muncul juga di Banten, namun gerhana matahari yang dapat diamati hanya sebagian. Bentuknya tidak seperti cincin, akan tetapi lebih mirip bulan sabit,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan BMKG, ada delapan wilayah di Provinsi Banten yang bisa menyaksikan gerhana matahari cincin dalam bentuk bulan sabit, yakni di Serang, Cilegon, Rangkasbitung, Pandeglang, Ciruas, Tigaraksa, Tangerang, dan Ciputat dengan waktu yang berbeda-beda, dimana puncak gerhana terjadi pada pukul 12.34 WIB, dan berakhir pada pukul 14.22 WIB.

“Durasi gerhana yang teramati di Banten rata-rata adalah 3 jam 40 menit, yang secara umum dimulai pada pukul 10.41 WIB,” terangnya.

Adapun fenomena gerhana matahari cincin di Banten yang muncul hanya sebagian (tidak utuh), sambung Tarjono, dikarenakan cuaca kurang mendukung.

“Apabila cuaca baik (tidak mendung/hujan), kita akan dapat mengalami fenomena gerhana matahari cincin ini. Untuk masyarakat kami himbau, agar tidak secara langsung menatap ke matahari, karena berbahaya utk retina mata kita,” tutupnya.

Penulis: Baehaqi

Categories
Serang

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: