Tragis! Pekerja PLTU Jawa 7 Sudah Hampir 2 Tahun Tak Boleh Pulang

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG - Pekerja di Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 mengeluh karena tidak bisa pulang, bahkan keluar area pabrik....

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ribuan karyawan atau pekerja tersebut tidak diperbolehkan pulang atau keluar area PLTU Jawa 7 sejak awal pandemi Covid-19 atau hampir sekitar 2 tahun.

“Di sini ribuan karyawan di lockdown sudah hampir 2 tahun, tolong dong kebijakan protokolnya bener apa engga. Kangen soalnya sama keluarga, lama-lama di sini dapat mengganggu mental dan bathin para pekerja,” kata pekerja yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan, Ahad (29/8/2021).

Saat ini ia bersama ribuan pekerja lainnya masih berada di mess/asrama di dalam area PLTU Jawa 7 yang berlokasi di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

“Ini saya posisi lagi di dalam PLTU (Jawa 7), saya cuma pengen kejelasan saja. Soalnya tidak ada kabar berita sama sekali tentang lockdown ini, seakan ditutupin,” ujarnya.

Selain pekerja lokal, di area tersebut juga banyak pekerja asing yang sama tidak diperbolehkan pulang dan keluar dari area pabrik selama hampir 2 tahun.

“Karyawan lokal disini sudah pada geram dengan peraturan ini. Tapi tidak tahu gimana caranya. Karyawan di sini cuma minta kejelasan peraturan protokol dari pemerintah saja,” jelasnya.

Menurutnya pihak manajemen PLTU Jawa 7 tidak pernah memberikan informasi terkait sampai kapan kebijakan tersebut diterapkan.

“Kami semua sudah pada rindu orang di rumah. Saya orang lokal, orang sininya, tapi seperti kerja di negara China. Jauh dari keluarga, tolong ditindaklanjuti,” tuturnya.

Kalau ada pekerja yang memaksa untuk pulang atau keluar area PLTU Jawa 7, lanjutnya, diancam akan dipecat oleh manajemen.

“Tolong, kalau terjadi kesalahan dalam protokol kesehatan di PLTU tindaklanjuti permasalahan ini. Ini menyangkut kesehatan jiwa karyawan di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Supervisor Public Relations PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB), Herdian Djuanda mewakili manajemen PLTU Jawa 7 bungkam.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, ia menyatakan belum bisa memberikan keterangan perihal kejadian tersebut.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Serang

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: