Tolak Pleno Rekapitulasi KPU Cilegon, Paslon 2 Akan Ajukan Gugatan Hingga ke MK

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON – Tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Ratu Ati Marliati dan Sokhidin, tolak tandatangani hasil rekapitulasi suara Pilkada Kota Cilegon....

Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cilegon merampungkan pleno rekapitulasi suara Pilkada Cilegon yang dilaksanakan di Aula KPU, Rabu (16/12/2020), saksi Paslon Nomor Urut 2 Ati-Sokhidin, enggan menandatangani berita acara (BA) rekapitulasi suara tingkat kota.

Hal tersebut, lantaran Tim Paslon Ati-Sokhidin mengindikasi telah terjadi kecurangan yang dilakukan oleh paslon tertentu secara terstruktur, sistematis, dan massif (TSM).

Saksi Paslon Nomor Urut 2 yang hadir dalam pleno rekapitulasi suara di KPU, Samhudi menyatakan, pihaknya akan mengambil hak hukum yang dimungkinkan oleh konstitusi, tentunya dengan melayangkan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Oleh karenanya kita sedang melakukan upaya-upaya baik di Bawaslu, dan tidak menutup kemungkinan juga kita akan meneruskan ke Mahkamah Konstitusi. Kita punya waktu 3 hari yah setelah penetapan rekapitulasi di tingkat kota ini,” katanya.

Samhudi menuturkan, pihaknya saat ini telah melakukan konsultasi dengan tim hukum dan telah menyiapkan materi gugatan atas kejanggalan-kejanggalan dan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu paslon.

Dimana dalam materi gugatan tersebut, pihaknya juga telah mengumpulkan saksi dari 8 kecamatan atas dugaan pelanggaran yang terjadi di Pilkada Cilegon.

“Soal TSM ini dilakukan juga bisa menjelang beberapa hari sebelum pemilu dengan beredarnya KCS (Kartu Cilegon Sejahtera) salah satu paslon, yang itu terjadi hampir di semua wilayah, artinya kan massif itu terjadi merata dibanyak wilayah di Cilegon,” tuturnya.

Terpisah, Tim Hukum Paslon Nomor Urut 2, Agus Surahmat mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan waktu 3 x 24 jam untuk melakukan kajian dan langkah hukum atas dugaan pelanggaran yang dilakukan salah satu paslon di Pilkada Cilegon.

Namun demikian, Agus mengatakan, seluruh laporan yang telah diadukan ke Bawaslu Cilegon atas adanya dugaan pelanggaran tetap berjalan sesuai dengan proses yang berlaku.

“Karena hingga hari ini, Bawaslu melalui Gakkumdu masih terus melakukan proses dan sedang berjalan. Yang jelas selama 3 hari ini tim hukum akan terus melakukan komunikasi dan konsultasi dengan paslon,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis (17/12/2020).

Sementara itu, Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi mengatakan, meski diharapkan semua pihak menandatangani BA pleno rekapitulasi suara, namun pihaknya tetap menghormati upaya hukum yang dilakukan oleh setiap paslon dalam perhelatan Pilkada Cilegon.

“Tentunya memang masih ada ruang-ruang yang memang disiapkan oleh Undang-undang untuk bagaimana kemudian memperjuangkan hak-hak demokrasinya masing masing,” katanya.

Meski demikian, kata Irfan, belum ditandatanganinya BA pleno rekapitulasi suara oleh saksi paslon nomor urut 2, tidak menjadi masalah.

Irfan menuturkan, saat ini proses tahapan Pilkada Cilegon belum final 100 persen, karena pemenang Pilkada akan ditetapkan oleh KPU setelah seluruh proses upaya hukum selesai di Bawaslu atau MK.

“Nanti kan masih ada 3 x 24 jam kita berproses nanti, kalau misalkan ada upaya-upaya hukum nanti tetap ada proses-proses baik di Bawaslu maupun di Mahkamah Konstitusi,” pungkasnya.

Reporter: Zainal Mutakin

Editor: Iffan Gondrong

Categories
Politik

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: