Tim Percepatan Pembangunan Ala Helldy-Sanuji Disoal

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Kinerja Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Agustian dan Sanuji Pentamarta terus mendapat sorotan, terutama program kerja hingga kebijakan yang mengundang pertanyaan dari masyarakat....

Kali ini, sorotan diutarakan Ketua LSM Gappura Banten, Husen Saidan usai menemui Ketua DPRD Cilegon, Isro Mi’raj di Gedung DPRD Cilegon, Rabu (7/4/2021).

Husen yang didampingi sejumlah elemen mahasiswa, mengkritik terkait program kerja dan sejumlah kebijakan kepala daerah yang dipandang menimbulkan banyak pertanyaan publik bahkan cenderung kontroversi. Salah satunya soal tim percepatan pembangunan.

“Kita bukan menolak pembentukan Tim Percepatan Pembangunan. Tapi kita menolak adanya orang-orang dari luar yang tidak berkompeten. Bentuk saja dari tim internal SKPD (OPD) yang sudah ada atau mungkin dari tim parlemen yang punya kapasitas pengawasan dalam kinerja Pemkot, jadi tidak menghamburkan anggaran,” kata Husen.

Selain itu, Husen juga menyoroti dugaan transaksi jual beli jabatan di birokrasi, serta wacana Helldy-Sanuji untuk melepas aset Jalan Lingkar Selatan (JLS), hingga wacana pemerintah yang tidak akan melanjutkan sejumlah program pembangunan daerah sebelumnya.

“Kami berharap, program yang sudah dilakukan oleh pemerintah yang lama, yang itu baik, itu harus dijalankan. Salah satunya yah Pelabuhan Warnasari, JLS tetap dipertahankan jangan sampai dilepas, dan JLU juga harus dijalankan, karena itu program yang sudah disetujui masyarakat. Karena uang rakyat yang sudah dikeluarkan itu puluhan bahkan ratusan miliar, jadi itu harus tetap dijalankan,” ujarnya.

Husen juga mempertanyakan janji politik Helldy-Sanuji yang menjanjikan 25 ribu penyerapan tenaga kerja selama masa kepemimpinannya.

“Sejauh ini kan belum ada progres dan langkah apa yang harus dilakukan. Sedangkan Cilegon sendiri berada di peringkat kedua angka pengangguran. Bukannya memberikan solusi, malah berstatemen pendidikan masyarakat Cilegon rata-rata lulusan SMP, ini kan menyakitkan perasaan masyarakat Cilegon,” tuturnya.

Husen berharap setelah bertemu dan menyampaikan aspirasinya kepada Ketua DPRD Cilegon, aspirasi itu dapat diakomodir dan menjadi perhatian serius parlemen agar dapat ditindaklanjuti secara konkret.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Cilegon, Isro Mi’raj mengapresiasi masukan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat kepadanya.

“Soal lapangan kerja, teknis dan pengawasannya seperti apa, sudah kita jelaskan. Sedangkan terkait Tim Percepatan Pembangunan dari mana honornya, karena kan itu akan menghamburkan anggaran, nah itu yang belum bisa saya jawab. Apakah sumbernya dari dana pribadi atau dari APBD, makanya mereka minta hearing, jadi mereka tinggal kirim surat,” ungkapnya.

Isro menuturkan, pihaknya akan mengakomodir aspirasi yang disampaikan masyarakat agar hal tersebut diperhatikan secara serius oleh eksekutif.

”Yah kalau ada surat dari masyarakat, ketika mereka mempertanyakan yah langsung pertemukan saja, biar nanti jawabannya langsung dari eksekutif. Jadi kita hanya memfasilitasi, biar kita juga sekalian tahu sumber anggarannya dari mana. Itu juga alasan kenapa kita belum memanggil, karena belum ada aduan dari masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: