Tiga Alasan Utama Kenapa Harus Memilih Ati-Sokhidin?

Catatan Isro Mi'raj, Ketua Tim Pemenangan PAS...

Tema pilkada 2020 hari ini adalah bagaimana kita memilih walikota yang yang pas di antara keempat calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon yang sudah diputuskan oleh KPU Cilegon.

Yang harus melekat pada Walikota Cilegon kedepan adalah, pertama : harus memiliki kepribadian yang baik, berkelakuan yang baik.

Tidak membangun narasi kebencian dan ramah, yang kemudian bisa diterima seluruh elemen masyarakat. Insya Allah figur itu ada di Ibu Ati dan Pak Sokhidin.

Kedua : Walikota Cilegon harus mempunyai pengalaman di birokrasi dimasa jabatan Walikota Cilegon yang singkat kurang lebih tiga tahun.

Sebab di 2024 kemungkinan kita akan melakukan pilkada serentak kembali. Ini yang mungkin banyak orang tidak tahu.

Maka dari itu diperlukan pemimpin yang berpengalaman agar kemudian tidak mengalami proses transisi yang lama.

Jika Walikota Cilegon yang terpilih tidak mempunyai pengalaman, tentu membutuhkan proses transisi yang panjang yang pada akhirnya masyarakat Cilegonlah yang dirugikan.

Figur Ibu Ati adalah figur yang berpengalaman, memulai karirnya dari nol berlatar belakang pendidik yang konsen pada dunia pendidikan dari guru SMPN Carenang, Kabupaten Serang.

Kemudian mengajar di Kota Cilegon di antaranya SMAN 1 Cilegon, lalu Kepala SMAN 5 Cilegon.

Lalu menjabat di kedinasan di antaranya Dinas Pendidikan, Bappeda, Sekda, dan sekarang Wakil Walikota Cilegon.

Bukan hanya pengalaman, tetapi banyak juga prestasi yang beliau torehkan di antaranya prestasi beliau yang paling fenomenal ketika menjabat menjadi Kepala Bappeda yaitu membuat program DPW Kel yang kemudian mendapat penghargaan dari pemerintah pusat.

Program itu kemudian dicontoh oleh kota dan provinsi lain di indonesia. Luar biasa.

Mendapat Dukungan Mayoritas Kursi DPRD

Ketiga : Pemimpin/Walikota Cilegon harus mempunyai modal dukungan yang cukup di parlemen atau dewan perwakilan rakyat daerah kota (DPRD Tingkat Kota).

Karena bagaimanapun setiap kebijakan-kebijakan yang diambil Pemkot Cilegon baik itu berkaitan dengan Perda atau berkaitan dengan anggaran harus melalui persetujuan dewan sebagai fungsi kontrol, legislasi dan budgeting.

Modal awal 50 persen kursi saat pencalonan walikota dan wakil walikota merupakan modal yang Insya Allah cukup yang dimiliki pasangan Ibu Ati dan Pak Sokhidin.

Agar kemudian program pembangunan berjalan dengan baik dan tidak menemui hambatan ketika sudah menjabat menjadi Walikota dan Wakil Walikota Cilegon.

Banyak kajian dan pertimbangan yang saya tidak bisa urai ditulisan ini, karena kajian dan pertimbangan haruslah bersifat luas.

Pada dasarnya setiap kita adalah pelaku perubahan. Apakah perubahan itu lebih baik atau lebih buruk. Bahkan Ibu Ati dan Pak Sokhidin pun adalah pelaku perubahan. Karna perubahan adalah sebuah keniscayaan.

Dalam mengusung gagasan perubahan, kita tidak bisa berspekulasi mempertaruhkan masa depan pembangunan Kota Cilegon kepada kandidat yang tidak teruji dan tidak lebih baik dari Ati-Sokhidin.

Sosok pembawa perubahan haruslah sosok yang santun yang lebih berwibawa dan lebih baik dalam beberapa aspek. Sehingga masyarakat akan lebih tertarik dan meyakini gagasan perubahan itu akan bisa diwujudkan.

Salam Hormat

*Kordinator RELASI – PAS 02 Silaturahmi Tak Boleh Henti

#Sukses Cilegon Tak Boleh Henti

#PilihanAkalSehat

#PilihAtiSokhidin

Categories
Opini

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: