Tb Iman Sebut TKSB Tak Punya Dasar Hukum

BERKARYA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Tb Iman Ariyadi menyayangkan tindakan arogan Oetojo Oesman dan Moestahid Astari yang mengklaim Tim...
Tb Iman Ariyadi
BERKARYA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Tb Iman Ariyadi menyayangkan tindakan arogan Oetojo Oesman dan Moestahid Astari yang mengklaim Tim Konsolidasi SOKSI Bersatu (TKSB) sah dan sesuai aturan organisasi.
Menurut Tb Iman yang juga Walikota Cilegon itu, pengambilan keputusan terkait organisasi ada pada Musyawarah Nasional, Pleno, dan Rapat harian.
Baca Juga: De­picab dan De­p­idar Kom­pak Hanya Akui SOKSI Akom
“TKSB tidak jelas landasan hukumnya, keabsahannya secara organisasi juga patut dipertanyakan. Kita semua tahu bahwa SOKSI hasil Munas X di Cilegon 2015 lalu adalah sah secara de-facto dan de-jure. Ada pendiri (Suhardiman) dan Presiden Jokowi hadir pada saat pengukuhan pengurus DEPINAS SOKSI,” papar Iman saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (25/02/2017) malam.
Hal senada juga dikatakan salah satu Ketua Depinas SOKSI, Fatahillah Ramli Salah. Fatah menyatakan prihatin atas kondisi tersebut. Karena menurutnya tidak rasional ada pihak yang mengklaim organisasi itu sementara para pelaku dan saksi sejarah organisasi masih hidup dan aktif menjalankan roda organisasi.
“Pak Adolf Rachman itu sudah mengundurkan diri dari TKSB, resmi dan ada suratnya. Beliau adalah saksi hidup sejarah SOKSI, bersama Prof Thomas Suyatno menemani Pak Hardiman mendirikan SOKSI,” kata Fatah .
menurutnya, tidak rasional, saksi-saksi sejarah masih hidup, sudah wafat pun tidak etis mengklaim jerih payah pendiri. Itu kembali kepada nurani personelnya, antara tidak punya malu beda tipis memang dengan nafsu berkuasa.
“Saya justru khawatir dengan Wirakarya yang diketuai anaknya, tidak ada terlihat aktivitas organisasinya itu,” beber Fatah.
Sementara itu, Bobby Suhardiman, Ketua Harian Dewan Pembina mengkritisi pernyataan Oetojo Oesman yang mengatakan Ade Komarudin tidak aktif pimpin SOKSI selama dua tahun.
“Siapa yang tidak aktif, jangan memberi pernyataan yang hanya sebatas asumsi, hal itu sangat subjektif dan bisa mengarah pada fitnah yang ditujukan kepada saudara Ade Komarudin,” tegas Bobby.
Profesor Thomas Suyatno, Dewan Pembina merasa kecewa dengan tindakan yang menurutnya ‘Avontourir Politic’ pihak yang berniat memecah belah SOKSI.
“Ingat organisasi ini pendiri Golkar. Jangan dipecah belah karena praktek petualang politik. Saya tidak termasuk dalam tim TKSB, karena tidak mau menjadi bagian pelaku manipulasi sejarah dan bohongi publik,” tegas Thomas.
Editor: Iffan Gondrong
Categories
Nasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: