Statemen Bernada Menghakimi, Embay Diskak Mat Andika Hazrumy

BERKARYA.CO.ID – Debat kandidat Cagub-Cawagub Banten yang ditayangkan secara live sedang berlangsung saat ini. Debat sesi tanya jawab, Cawagub Banten Nomor urut 1 Andika Hazrumy bertanya kepada pasangan Cagub-Cawagub...
Ilustrasi/Net
BERKARYA.CO.ID – Debat kandidat Cagub-Cawagub Banten yang ditayangkan secara live sedang berlangsung saat ini. Debat sesi tanya jawab, Cawagub Banten Nomor urut 1 Andika Hazrumy bertanya kepada pasangan Cagub-Cawagub Banten terkait tingkat investasi yang tidak berbanding lurus dengan angka pengangguran.
Pertanyaan Andika langsung dijawab oleh Cagub Banten, Rano Karno. Dalam kesempatan itu Rano menjawab bahwa persoalan investasi di Banten memang belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal, sebab investasi yang ada merupakan investasi padat modal.

Baca Juga : Je­lang De­bat, WH San­tai Bersama Kelu­arga

Baca Juga : De­bat Kan­di­dat Sore Hari, Siapa yang Mau Non­ton?

Baca Juga : Tok! De­bat Cagub-Cawagub Ban­ten Di­ge­lar Siang Hari

Karenanya, Rano menegaskan kedepan akan melakukan pembenahan agar investasi yang masuk harus menyerap tenaga kerja maksimal, sehingga angka pengangguran bisa menyusut. Entah keceletot lidah atau apa, Rano menyinggung soal keberadaan BLK yang bernada agak sedikit menganggap remeh BLK.
Jawaban Rano itu langsung ditanggapi oleh Andika. Putra mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah itu balik bertanya kepada Ran. “Jadi selama 1 setengah tahun ini apa yang sudah dilakukan Pak Rano dalam mengentaskan angka pengangguran ini? Kok baru akan dikerjakan nanti?” kata Andika.
Dia juga menyinggung soal BLK yang sebelumnya dikatakan oleh Rano. “Saya tidak setuju dengan pernyataan Pak Rano soal BLK. Menurut saya, BLK itulah kunci untuk meningkatkan SDM kita, saya tidak setuju kalau BLK dipandang sebelah mata,” kata Andika.
Saat diberikan waktu menjawab, Rano kemudian seperti menganulir pernyataannya terkait BLK. Dia malah mengaku akan mengembangkan BLK lebih maju lagu.
Saat mendapat kesempatan bertanya, Cawagub Banten, Embay Mulya Syarif langsung bertanya dan diarahkan ke Andika Hazrumy. Embay langsung bertanya bagaimana Andika akan bersikap jika nanti ada salah satu anggotanya tersangkut korupsi. Pertanyaan Embay itu tentu saja sudah diketahui arahnya, dimana dia menyinggung keluarga Ratu Atut Chosiyah yang saat ini memang berurusan dengan KPK.
Andika dengan sangat santun kemudian menjawab, bahwa siapapun yang terkait korupsi maka hukum harus ditegakkan. Andika juga menegaskan bahwa program WH-Andika kedepan adalah e-planning, e-budgeting, e-controlling, sehingga masyarakat bisa mengakses langsung apa yang dilakukan pemerintah.
Rano kemudian menyatakan bahwa dia sudah melakukan e-planing, e-budgeting, e-controling seperti apa yang dikatakan Andika. “Kalau Mas Andika baru akan, kami sudah melakukan itu. Semua sudah e-planing, e-budgeting, e-controling,” kata Rano.
Andika kemudian kembali menjawab apa yang dikatakan Ran. “Kalau memang Pak Rano sudah melakukan itu (e-planning, e-budgeting, e-controlling), tapi kenyataannya hal itu tidak bisa diakses. Saya pernah membuka tapi itu tidak bisa diakses,” tegas Andika.
Suasana debat sempat memanas saat closing statemen dari Cawagub Embay Mulya Syraif. Embay menohok Andika dengan pernyataannya bahwa buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Itu sama artinya Embay mengatakan bahwa Andika juga akan korupsi.
Embay yang diberi kesempatan untuk mengampanyekan dirinya sebagai sosok yang layak dipilih itu malah menyerang calon lain dalam hal ini Cawagub Banten, Andika Hazrumi.
Statemen bernada tuduhan itu pun mendapat reaksi keras. Hadirin terutama tim dari WH-Andika berteriak. Ucapan bernada tuduhan membuat pendukung WH-Andika marah. Pembawa acara bahkan harus berkali-kali menenangkan hadirin namun gagal.
Embay yang ada di atas panggung sedikit tertegun melihat reaksi itu. Lalu dia melangkah ke arah pembawa acara dan melanjutkan closing statemennya meski ditengah riuh protes para pendukung WH-Andika.
Andika yang mendapat kesempatan terkahir menyampaikan closing statementnya sambil tersenyum melangkah ke depan. Dia lalu menyindir Embay Mulya Syarif.
“Pak Embay selaku tokoh Banten seharusnya memberikan contoh yang baik buat generasi muda Banten. Seharunya menjadi teladan bagi generasi muda Banten. Kalau seperti tadi, maka mohon maaf saya katakana bahwa Pak Embay tidak memberi contoh yang baik,” sindir Andika diikuti riuh teriakan pendukung WH-Andika.
Wahidin Halim bahkan angkat bicara. Dia menyinggung soal kesalahan seseorang yang tidak bisa diwariskan kepada seseorang lainnya. Namun statemen WH terpotong karena waktunya sudah habis.

Editor: Irfan Luthfi Arief

Ayo down­load ap­likasi beri­takarya.co.id di Play Store den­gan ketik Berita Karya

Categories
IndexPolitik

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: