Sengkarut Rencana Pendirian SMP

Dunia pendidikan penting bagi tumbuh kembangnya generasi bangsa. Upaya meningkatkan strata pendidikan dengan membangun sarana pendidikan yang layak, adalah sebuah cita-cita yang mulia dan patut mendapatkan apresiasi....
Ilustrasi pendidikan
Ilustrasi pendidikan

Sepekan terakhir, publik Kota Cilegon dibuat resah dengan rencana pembangunan/pendirian SMP di kota itu. Bahkan menjadi perbincangan warganet. Lho kok bisa?

Ya, Pemkot Cilegon melalui Dinas Pendidikan setempat berencana membangun/mendirikan sekolah setingkat SMP. Namun upaya itu mendapat penolakan dari elemen masyarakat.

Penolakan itu bukan karena masyarakat tidak setuju dengan rencana pembangunan/pendirian SMP, namun cara yang digunakan kurang tepat. Dimana pembangunan/pendirian SMP itu mengalihfungsikan bangunan SD Negeri yang masih beroperasi.

Yang menarik, selain karena bersifat alih fingsi, rencana pembangunan SMP itu tidak melalui proses yang tepat. Dinas Pendidikan Kota Cilegon menggalang dukungan dari tokoh masyarakat setempat, tetapi tidak melakukan sosialisasi kepada guru maupun wali murid.

Tiba-tiba saja, beredar video yang menyatakan dukungan untuk membangun SMP anu di gedung eks SD Negeri anu. Padahal SD Negeri anu yang disebutkan dalam video masih beroperasi. Murid dan gurunya masih aktif pula.

Sontak hal itu memantik reaksi publik, terutama para wali murid. Mereka bingung dan resah sebab sekolah tempat anaknya belajar kok tiba-tiba mau dialihfungsikan menjadi SMP. Lalu, akan dikemanakan anak-anak mereka yang sedang belajar di SD Negeri tersebut.

Pola penggalangan dukungan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Cilegon itu seharusnya tidak perlu terjadi dan tak perlu dilakukan. Jika saja cara dan langkahnya tepat, pasti masyarakat akan setuju.

Pola pengggalangan dukungan itu juga menyiratkan adanya persoalan. Dindik setempat seakan khawatir rencananya ditolak oleh masyarakat, sehingga menggalang dukungan tokoh setempat.

“Kenapa harus pakai galang menggalang dukungan, toh yang akan dilakukan adalah membangun sekolah?

“Ini soal pembangunan sekolah, bukan proses politik pemilihan kepala daerah, kok ada dukung mendukung?

Itu adalah contoh kecil pertanyaan masyarakat.

Salah satu alasan Dinas Pendidikan Kota Cilegon bahwa penolakan masyarakat karena ada kekhawatiran pemilik madrasah (Tsanawiyah) swasta yang takut tidak kebagian murid, tentu perlu dibuktikan.

Sebab nyatanya penolakan yang muncul kepermukaan adalah kegelisahan murid, guru, wali murid dan alumni SD yang akan dialuhfungsikan menjadi SMP.

Mereka tidak mau sekolah tempatnya belajar dulu dan sekarang dialihfungsikan menjadi SMP. Mereka bertanya, mengapa pembangunan SMP itu tidak dilakukan di lahan baru, sehingga tidak menggangu sekolah dasar yang masih aktif.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bahkan siap membantu Dinas Pendidikan jika dinas tersebut merencanakan pembangunan SMP di lahan sendiri.

Sejatinya, pembangunan sekolah baru tidak akan bermasalah dan mengundang reaksi jika dilakukan dengan cara yang benar. Langkahnya, pembangunan itu perlu direncanakan terlebih dahulu, lalu direncanakan pembiayaannya dan diusulkan.

Di Kota Cilegon ada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Biasanya, usulan akan disampaikan ke Bappeda lalu Bappeda melakukan kajian. Terkait dengan kebutuhan anggaran, nanti ada Tim Angaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Finalnya, tentu harus melibatkan DPRD, sebab lembaga legislatif itulah yang punya hak budgeting.

Pendek kata, niat baik akan baik hasilnya jika dilakukan dengan cara-cara yang baik pula. Sebaik apapun niatnya, jika tidak melalui proses yang baik tentu akan berakhir tidak baik.

Wallahua’lam

Redaksi

Categories
Editorial

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

  • Prank KCS

    Ibarat boomerang, program populis Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang dijanjikan Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta jauh sebelum terpilih sebagai kepala daerah kini berbalik menjadi senjata makan tuan....
  • Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Asep Rafiudin Ariel

    Menunggu Sentuhan Bupati Irna Narulita

    Minggu (6/62021) pagi, belasan bahkan puluhan warga Kampung Baturjaya, Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Pandeglang berkumpul di satu titik. Mereka akan segera melakukan aksi di lokasi. ...
%d blogger menyukai ini: