Sempat Tertunda, PCM Mulai Bangun Akses Jalan Pelabuhan Warnasari

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Setelah sempat tertunda, PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) kembali lanjutkan pembangunan Pelabuhan Warnasari....

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Cilegon, PT PCM telah mendapatkan ijin prinsip pembangunan dengan terbitnya persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Hubla dengan surat Nomor AL.302/3/5 PHB 2019 tertanggal 23 Desember 2019.

Pembangunan akses jalan menjadi awal mula kembali dibangunnya Pelabuhan Warnasari yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Keseriusan pembangunan Pelabuhan Warnasari ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Cilegon, Edi Ariadi yang didampingi oleh Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati dan Direktur Utama PT PCM, Arif Rivai Madhawi di Warnasari, Kecamatan Citangkil, Rabu (17/6/2020).

Dirut PT PCM Arif Rivai Madhawi mengatakan, pembangunan akses jalan sebagai tanda dimulainya pembangunan Pelabuhan Warnasari. Pembangunan jalan ini merupakan tahap pertama STA 0 sampai STA 6,30.

“Selanjutnya, kita akan bangun lagi di atas lahan milik PT KDL (Krakatau Daya Listrik). Tapi yang kita bangun saat ini yang di atas lahan PCM saja. Nanti, setelah kita beli lahan KDL seluas 4.300 meter baru akan kita bangun tahap kedua,” kata Arief usai Peletakan Batu Pertama Pembangunan Akses Jalan Pelabuhan Warnasari.

Dari total 45 hektar lahan Pelabuhan Warnasari, kata Arif, pembangunan disisi darat maupun sisi laut akan 10 hektar terlebih dahulu sesuai dengan kemampuan anggaran.

“Anggaran kita Rp 1,4 triliun. Nanti kita akan bangun dari dana Rp 98 miliar hasil penyertaan modal dari Pemerintah Kota Cilegon dan sisanya kita kan punya bisnis juga dan akan menarik investasi perusahaan lain,” katanya.

Pembangunan jalan tahap I, jelas Arief, akan berlangsung sekitar empat sampai lima bulan, karena struktur tanah yang berupa rawa. Pembangunan jalan tersebut dianggarkan sekitar Rp 84 miliar.

“Pelabuhan Wranasari nantinya HPL atas nama KSOP (Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) karena pemerintah daerah tidak bisa memiliki pelabuhan. Nanti kan ada kontrak berapa puluh tahun dengan kita,” jelasnya.

Masih kata Arif, setelah pembangunan jalan dilakukan, pihaknya optimis akan banyak perusahaan yang akan berinvestasi di Pelabuhan Warnasari.

Di Pelabuhan Warnasari akan dibangun dermaga untuk curah cair dan curah kering. “Kedalaman sekitar 20 meter,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, Pelabuhan Warnasari akan dibangun secara bertahap, dimana saat ini akan dibangun 10 hektar. Sedangkan 35 hektar sisanya akan dikerjasamakan dengan pihak lain.

“Sejak Perda BUMD PT PCM sudah 20 tahun, ini baru dimulai. Pembangunan kan jalannya dulu. Kalau kita bangun pelabuhan tidak punya jalan bagaimana,” ujarnya.

Edi menambahkan, ada beberapa perizinan masih dalam proses. Saat ini Rencana Induk Pelabuhan (RIP) masih tertahan karena Raperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Banten belum disahkan menjadi Perda.

“Izin dari Dirjen Hubla (Perhubungan Laut) sudah keluar, tinggal nunggu Perda dari Provinsi Banten,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: