Sekjen: Sudah Dipecat, Tak Ada Alasan untuk Undang Sahruji

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Musda Partai Golkar Cilegon menarik diikuti karena digelar hanya selang beberapa hari pasca pilkada serentak....

Terlebih dalam perhelatan pilkada lalu, ada kader Golkar yang membelot dan mendukung calon lain selain yang ditetapkan partai.

Seperti diketahui, Sahruji yang sebelumnya merupakan pengurus DPD Partai Golkar dipecat setelah menjadi Ketua Tim Pemenangan calon lain.

Namun demikian, ketidakhadiran Sahruji dan anaknya yang duduk sebagai Ketua DPRD Cilegon yakni Endang Effendi tak luput dari sorotan.

Kepada wartawan saat jumpa pers setelah Musda ditutup, Kamis (24/12/2020) sore, Sekjen DPD Partai Golkar Cilegon, Sutisna Abas menjawab pertanyaan wartawan terkait hal tersebut.

Menurut pria yang biasa disapa Tisna itu, ketidakhadiran Sahruji sedikitpun tidak memengaruhi hasil Musda Partai Golkar Cilegon.

Ia menjelaskan bahwa dalam rapat pleno Partai Golkar Cilegon sudah mengeluarkan Sahruji dari kepengurusan partai, karena tidak fatsun terhadap keputusan Partai.

“Yang bersangkutan (Sahruji, red) sudah diberhentikan dari kepengurusan sehingga tidak ada alasan kami mengundang yang bersangkutan,” tegas Tisna.

Undangan Fokus untuk Pemilik Suara

Sementara ketidakhadiran Endang, lanjut Tisna, tidak dibutuhkan karena yang memiliki suara dalam Musda adalah para ketua Golkar tingkat kecamatan dan Ormendi (Organisasi yang mendirikan dan didirikan, red)

Anggota Fraksi Partai Golkar, lanjutnya, diundang melalui fraksi. Tetapi mereka hadir dalam Musda sebagai peninjau.

“Jadi kehadiran atau ketidakhadirannya (Endang, red) tidak menghambat Musda, karena amanat organisasi yang mempunyai hak suara dalam Musda adalah Ketua PK, Ketua Ormendi dan Ketua DPD Provinsi Banten,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbeda dengan Isro Mi’raj yang wajib hadir dalam Musda, karena Isro punya hak suara sebagai Ketua PK.

Sementara itu, Sekjen Golkar DPD Provinsi Banten, Bahrul Ulum, mengatakan pada saat perioderisasi kemarin memang yang bersangkutan (Sahruji, red) masuk dalam kepengurusan Golkar Cilegon, namun terjadi restrukturisasi kepengurusan.

“Persoalan kemudian status Sahruji seperti apa, itu kembali pada DPD Partai Golkar Cilegon yang memutuskan apakah masih dalam kepengurusan atau tidak,” terangnya.

Secara kepartaian, lanjut Ulum, Golkar tidak mengusir, karena tugas yang diemban pengurus adalah merangkul.

“Tapi kalau memang apa yang dilakukan sudah tidak menguntungkan partai, maka Partai Golkar Cilegon bisa mengambil sikap,” tutupnya.

Zainal Mutakin

Categories
Politik

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: