Satpol PP Cilegon Segel Belasan Tempat Hiburan

BERITAKARYA.CO.ID CILEGON – Petugas gabungan dari Dinas Satpol PP Cilegon beserta Kodim 0623/Cilegon dan Polres Cilegon segel tempat hiburan malam (THM) pada Minggu (17/1/2021) dini hari....

Sebanyak 14 THM yang tersebar di Cilegon, ditutup paksa oleh petugas lantaran sering kedapatan melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh Pemkot Cilegon dan terindikasi menyalahgunakan izin usaha.

Petugas menutup permanen belasan THM tersebut dengan mengunci pintu masuk menggunakan rantai besi dan gembok sampai dengan waktu yang belum ditentukan, terutama saat masa pandemi Covid-19 dan kerap melanggara protokol kesehatan.

Kepala Dinas Satpol PP Cilegon, Juhadi M. Syukur mengatakan, penutupan tempat tersebut merupakan instruksi Walikota Cilegon dan dorongan Anggota DPRD soal keresahan masyarakat terkait keberadaan THM di wilayah Cilegon.

“Menurut Disparbud bahwa, spesifikasi daripada hiburan diskotik itu tidak ada izinnya. Dan kondisi Covid juga, semua tempat hiburan dilarang buka (beroperasi-red),” katanya kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Tempat yang disegel tersebut yakni Kalyana Mitta, Regent, Grand Krakatau, Dynasty X3, MD Blue, Han’s Cafe, King’s, Concept, El Laa Ruz, Rindu Resto, Resto 22, Jade Resto and Karaoke, Merpati, dan Surabaya Ismi.

Penutupan itu, kata Juhadi, akan selalu diawasi petugas. Apabila ditemukan perusakan terhadap segel atau gembok yang terpasang, petugas akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Jadi permanen, dikemudian nanti dari anggota pengawasan tetap berjalan. Dari pengawasan ini jika ada terindikasi segel dicopot, gembok dibuka, berarti kita laporkan kepada kepolisian,” ujarnya.

Tidak Tebang Pilih Tutup Hiburan Malam Yang Melanggar

Juhadi mengungkapkan, penyegelan itu dilakukan hanya kepada THM yang sering melanggar aturan Pemkot Cilegon terkait pembatasan jam malam serta Perda nomor 05 tahun 2000 dan Perda nomor 02 tahun 2003.

“Iya, pernah ditegur jam tayang (jam operasional-red) dan sebagainya, saya kira sudah ada data-databasenya bahwa mereka melanggar,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas sempat berselisih dengan salah seorang yang mengaku pemilik THM saat melakukan penyegelan dan penggembokan.

Namun demikian, Juhadi dengan tegas mengatakan pihaknya tidak mau tebang pilih dalam melaksanakan aturan dan Instruksi Walikota Cilegon untuk menutup THM selama masa pandemi.

“Pada prinsipnya kita tidak mau dikatakan tebang pilih, semua kita tutup,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Editor: Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: