Salju Abadi di Puncak Jaya Bisa Hilang dalam Tiga Tahun

BERKARYA.CO.ID – Salju abadi di Pegunungan Jayawijaya, Provinsi Papua, bisa hilang dalam tiga tahun. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Sakya memperingatkan, jika (tren leleh) tidak dicentang,...
Puncak Jayawijaya, Papua/Net

BERKARYA.CO.ID – Salju abadi di Pegunungan Jayawijaya, Provinsi Papua, bisa hilang dalam tiga tahun. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Sakya memperingatkan, jika (tren leleh) tidak dicentang, maka lapisan es di Puncak Jayawijaya akan hilang pada tahun 2020.

Badan iklim sampai pada estimasi ini setelah melakukan observasi studi selama tujuh tahun untuk mengukur kecepatan dimana es mencair dan penurunan ketebalan akibat pemanasan global.

Perkiraan terakhir pada 23 November 2016, menunjukkan ketebalan es di Jayawijaya telah menyusut 1,42 meter sejak Mei 2016 dan sekarang itu hanya setebal 20,54 meter.

Pada 2015, penurunan 4,26 meter di ketebalan es terutama disebabkan oleh aliran angin El Nino kuat, yang berlangsung dari Mei hingga November.

Mengingat tingkat drastis lapisan es yang menipis rata-rata 1,05 meter sejak 2010, BMKG telah meminta pemerintah daerah dan masyarakat internasional untuk membantu menerapkan langkah-langkah strategis untuk memeriksa mencairnya es di Jayawijaya.

Menurut Sakya, beberapa tindakan akan mencakup mengakhiri pembalakan liar dan mengurangi emisi karbon. Di Indonesia Puncak Jaya adalah salah satu dari tiga puncak bersalju di khatulistiwa, dua lainnya berada di Afrika dan Peru.

Republika.co.id

Categories
Index

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: