Saksi Ahli: Tak Ada Penerimaan Maka Tak Ada Pidana!

BERITAKARYA.CO.ID, SERANG - Sidang kasus dugaan suap dengan terdakwa Walikota Cilegon Nonaktif, Tb Iman Ariyadi, Kepala Dinas PM PTSP, Ahmad Dita Prawira dan Hendri kembali digelar di PN Serang, Rabu (4/4/2018).
DR Dian Adriawan saat menjadi saksi ahli di PN Serang/beritakarya.co.id

Sidang dengan agenda keterangan saksi ahli dan saksi meringankan itu sempat molor beberapa jam. Sidang yang sejatinya digelar pagi hari itu baru dilangsungkan pada jam 13.30 WIB.

Saksi Ahli yang dihadirkan pihak Tb Iman Ariyadi adalah DR Dian Adriawan, seorang Pakar Hukum Pidana yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta.

Dalam keterangannya di persidangan, DR Dian Adriawan menegaskan bahwa kasus suap harus ada unsur penerimaan. Jika tidak ada penerimaan, maka hal itu mutlak tidak masuk dalam delik pidana suap.

Dia juga menegaskan, Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a, b, dan c yang merupakan pasal yang dituduhkan kepada Tb Iman Ariyadi, unsur utamanya adalah adanya penerimaan uang atau janji. Jika tidak ada penerimaan maka tidak ada unsur pidananya.

Lalu bagaimana jika penerimanya adalah pihak lain, DR Dian Adriawan menegaskan bahwa hal itu secara formal harus dibuktikan.

“Tidak ada hadiah kepada si penerima, maka itu tidak masuk dalam delik pidana yang dituduhkan,” tuturnya.

DR Dian Adriawan juga mengungkapkan soal kesaksian para saksi yang mencabut BAP-nya di depan persidangan. Menurutnya, kesaksian di depan sidang bobotnya lebih besar dari kesaksian saksi saat penyidikan.

Saat ditanya kemungkinan-kemungkinan alasan seorang saksi mencabut BAP, DR Dian Adriawan menilai bahwa hal itu bisa terjadi karena beberapa hal. Mulai dari kesalahan, hingga adanya tekanan psikologis si saksi saat diperiksa penyidik.

Seperti diketahui, kasus dugaan suap yang menyeret nama Walikota Cilegon itu dalam fakta persidangannya diketahui tidak ada dana yang mengalir ke Tb Iman Ariyadi.

Dana yang masuk ke rekening milik Cilegon United itu digunakan sepenuhnya oleh Cilegon United untuk membiayai pertandingan di LIga 2 Indonesia beberapa waktu lalu.

CEO Cilegon United, Yudi Aprianto dan Bendahara CU, Wahyu dengan tegas membantah bahwa uang yang diterima Cilegon United dari pihak perusahaan untuk kepentingan pribadi Walikota Cilegon.

“Demi Allah, tidak ada sepeserpun uang untuk Walikota Cilegon. Semua uang digunakan untuk kepentingan bola (Cilegon United, red),” kata Yudi dalam kesaksiannya beberapa waktu lalu.

Pernyataan Yudi itu sekaligus menganulir keterangan Yudi sebelumnya (tertulis dalam BAP, red) bahwa uang itu akan diserahkan kepada walikota. “Kami tidak bermaksud menyerahkan uang itu, tetapi hanya melaporkan saja,” tandasnya.

Kesaksian Yudi dan Wahyu perihal penyerahan uang itulah yang membuat fakta persidangan makin menarik. Sebab sebelumnya diduga bahwa Walikota Cilegon nonaktif ditetapkan sebagai tersangka salah-satu penyebabnya adalah keterangan Yudi tersebut.

Dengan dicabutnya keterangan itu, maka makin meringankan bagi terdakwa Tb Iman Ariyadi.

Iffan Gondrong

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: