RPJMD Cilegon Dinilai Tak Beri Solusi

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Dokumen RPJMD Cilegon 2021-2026 dinilai tak memiliki inovasi untuk mengembangkan Cilegon menjadi kota yang modern. Hal itu dikatakan Sekretaris Pansus RPJMD Cilegon 2021-2026, Agus Setiawan....

Menurutnya, eksekutif dalam hal ini kepala daerah, bukan saja harus merevisi dokumen RPJMD, melainkan harus memberikan inovasi terutama dalam menggali PAD Cilegon.

“Harusnya lebih inovatif, terutama untuk menggali pendapatan asli daerah,” kata Agus kepada Beritakarya.co.id, Selasa (27/7/2021).

Menurut Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Cilegon itu, RPJMD Cilegon yang saat ini tengah dalam pembahasan masih mengacu dan mengandalkan sumber-sumber PAD selama lima tahun ke belakang.

“Yang sekarang ini tidak banyak perubahan. Harusnya mereka bisa lebih optimal meningkatkan PAD. Banyak sebenarnya potensi di Cilegon itu terkait PAD,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu juga menilai eksekutif kurang melakukan kajian dalam menyusun dokumen RPJMD yang akan menjadi acuan pembangunan Cilegon lima tahun kedepan.

Visi misi serta 19 program dan 10 janji politik kepala daerah belum memperhatikan fakta dan permasalahan yang saat ini dihadapi dan dibutuhkan masyarakat.

“Jelas kurang ada pengkajian menurut saya. RPJMD ini belum memperhatikan fakta dan permasalahan yang sekarang,” ungkapnya.

Kepala daerah dan tim yang menyusun dokumen, seharusnya tidak hanya fokus terhadap prioritas pembangunan saja yang dicantumkan pada 19 program di RPJM Cilegon 2016-2021.

Walikota seharusnya memahami kondisi terkini, tertutama dalam mengatasi permasalah atau dampak yang akan timbul saat pandemi Covid-19 maupun setelahnya.

“Karena dampak Covid-19 ini bukan hanya terhadap pembangunan saja, harus diperhatikan dampak sosial juga, terutama dampak ekonomi di masyarakat,” tuturnya.

Agus juga menilai RPJMD yang disusun eksekutif terkesan tak memberikan solusi dalam mengentaskan angka pengangguran di Kota Industri.

“Jangan lupa di Cilegon kan tingkat pengangguran terbuka (TPT) itu mencapai 12,69 persen. Itu juga harus menjadi catatan besar terutama di RPJMD ini,” kata Agus.

Pemerintah daerah harus inovatif, solutif, dan punya strategi jitu menurunkan angka pengangguran sampai tahun 2026.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: