Pungli Perizinan, Kepala Dinas Penanaman Modal Jadi Tersangka

BERKARYA.CO.ID – Awas! Berani melakukan pungli, Anda akan mendapat ganjaran. Pungli dalam bentuk apapun saat ini menjadi target aparat penegak hukum. Kasus pungli terbaru terjadi di Kota Bandung. Kepala Dinas...
Ilustrasi/Net
BERKARYA.CO.ID – Awas! Berani melakukan pungli, Anda akan mendapat ganjaran. Pungli dalam bentuk apapun saat ini menjadi target aparat penegak hukum. Kasus pungli terbaru terjadi di Kota Bandung.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Bandung, Dandan Riza Wardana ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pungli, Sabtu (28/1/2017).
Penetapan dilakukan setelah sebelumnya Riza diamankan Polrestabes Bandung sejak kemarin malam. “Berdasarkan hasil penyelidikan statusnya ditingkatkan menjadi penyidikan. Kami juga telah menyimpulkan DRW (Dandan Riza Wardana) sebagai tersangka,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, Sabtu (28/1/2017) malam.
Baca Juga : Dekan FE Untirta : BKPMD Harus Pro-ak­tif
Hendro mengatakan Dandan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pungli. Selain itu, polisi juga menetapkan status tersangka kepala bidang yang bertugas memvaliditasi data berinisial AS, serta empat orang staff lainnya berinisial BK, NS, MPH, dan DD.
Lima orang tersebut dikatakan memiliki berbagai peran. Mulai dari mengumpulkan uang pungli dari masyarakat atau pengusaha, yang kemudian diserahkan ke kepala dinas. Dari pengungkapan itu, lanjut Hendro, pihaknya menyita sejumlah barang bukti hasil pungli berbagai macam selama dua pekan.
“Total uang yang didapatkan baik dari mobil dan rumahnya mencapai Rp364 juta, 24 ribu dolar AS, dan 124 pounds. Serta buku tabungan berisi yang mencatat aktivitas transfer sebesar Rp500 juta,” ujar Hendro.
Dalam melaksanakan aktivitas punglinya, kata Hendro, keenam tersangka itu bermodus mempercepat pengeluaran izin. Dandan dan rekannya menawarkan melalui sistem manual padahal seharusnya pengajuan izin sudah melalui online.
“Dengan manual itulah mereka mendapatkan uang. Janjinya mempercepat perizinan dengan memberikan imbalan. Perizinan yang seharunya terbit satu minggu lebih, dengan begini bisa satu atau dua hari,” tuturnya.
Hendro menyebutkan modus itu dilakukan untuk bermacam-macam perizinan baik izin Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), reklame, dan izin lainnya.Dengan aksinya tersebut, Dandan dapat meraup uang hingga puluhan juta rupiah dalam satu pekan.
“Kepala Dinas mendapatkan Rp40 sampai 50 juta dalam seminggu,” kata dia.
Menurut Hendro, Dandan Cs ini sudah menjadi target polisi. Polisi mendapat laporan dan adanya aduan dari masyarakat terkait dugaan pungutan di dinas tersebut. Penyidik juga masih melakukan pendalaman terkait sudah berapa lama Dandan Cs melakukan aktivitas itu.
Polisi menjerat Dandan Cs dengan Pasal 5, 11, 12b Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Mereka terancam hukuman penjara minimal 4 sampai 20 tahun dan maksimal penjara seumur hidup.
Sumber : Republika.co.id
Categories
IndexNasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: