Puluhan Waralaba Beroperasi Meski Belum Kantongi Izin

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Puluhan waralaba di Kota Cilegon ternyata tidak memiliki izin. Mereka beroperasi tanpa mengantongi izin dari pemerintah setempat....

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat atau RDP antara Komisi I dan IV DPRD Kota Cilegon dengan Disperindag Cilegon serta perwakilan manajemen Indomaret dan Alfamart, Senin 24 Januari 2022.

Dalam RDP itu, Disperindag Cilegon diminta untuk menertibkan puluhan waralaba yang disinyalir tidak memiliki izin tersebut jika tak kunjung mengurus perizinan.

DPRD Cilegon meminta agar Disperindag memberikan tenggat waktu agar pihak waralaba yang belum mengantongi izin itu segera memproses perizinannya.

Dalam RDP tersebut kemudian disepakati bahwa pengelola waralaba harus melengkapi izinnya selama dua bulan kedepan.

“Bagi yang sedang dalam proses maupun belum (ada izin, red) dikasih waktu 2 bulan, jika waktu 2 bulan itu belum selesai berdasarkan rapat tadi, disegel saja tempat usaha yang sedang berjalan itu,” Anggota Komisi IV, Baihaki Sulaiman.

Dia berharap tenggat waktu yang diberikan itu cukup untuk mengurus semua perizinan yang disyaratkan.

Pemkot Cilegon diminta untuk tegas jika waralaba yang tak berizinan itu masih membandel atau tak mengurus perizinannya.

“Jangan mencederai keadilan, karena yang lain gak berizin sudah diberangus. Usaha kecil saja mereka harus izin dari kelurahan, sementara mereka yang korporat besar di mana-mana malah bisa eksis, berusaha tanpa izin bahkan ada yang sudah sampai tutup gak berizin. Itu mencederai keadilan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Disperindag Kota Cilegon Safrudin mengungkapkan, sebanyak 24 waralaba di Kota Cilegon memang belum memiliki izin.

“Yang sudah berizin itu sebanyak 144, yang belum memiliki izin ada 24 toko swalayan, minimarket. Dari 24 toko yang belum memiliki izin terdapat 16 toko Indomaret dengan status 9 franchise dan 7 reguler, dan 8 toko Alfamart dengan status franchise. Jadi ada 17 toko dengan status franchise atau milik perorangan atau badan dan 7 dengan status reguler, ” terangnya.

Berdasarkan data Disperindag, total waralaba di Kota Cilegon berjumlah 168 dengan rincian Kecamatan Cibeber 22, Cilegon 19, Jombang 40, Citangkil 25, Ciwandan 9, Purwakarta 11, Grogol 20 dan Pulomerak 22.

“24 swalayan yang belum memiliki izin itu kendalanya ada beberapa toko yang masih melengkapi berkas NIB dan IMB jarak toko swalayan dengan pasar rakyat dan perubahan pengalihan proses perizinan melalui OSS berbasis risiko, ” jelas Safrudin.

Disperindag Kota Cilegon sendiri sudah memanggil pihak Indomaret dan Alfamart terkait dengan perizinan tersebut.

“Kita sudah panggil pihak Indomaret dan Alfamart, kita juga sudah peringatkan agar pihak Indomaret atau Alfamart yang telah beroperasi tapi izin belum keluar ini untuk segera melangkapi,” ujarnya.

Setelah dipanggil, lanjutnya, mereka bersedia segera melengkapi, namun ada kendala yakni perubahan IMB terhadap PBG atau Persetujuan Bangunan Gedung.

“Statusnya ini masih tingkat konsultasi di Kemendagri, jadi itu di luar kontrol kita. Tapi pada prinsipnya setelah kita rapatkan sebelum ke sini, teman-teman Indomaret dan Alfamart bersedia untuk melengkapi hal-hal yang untuk bisa mendapatkan izinnya, ” pungkasnya.***

Penulis : Crist

Editor : Iffan Gondrong

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: