Protes! Pedagang Minta Pemkot Cilegon Kembali Buka Kegiatan CFD

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Paguyuban pedagang Car Free Day (CFD) HPPB adakan aksi bagi-bagi masker kepada pengendara yang melintas di Jalan KH Yasin Beji, Komplek KS, Kecamatan Purwakarta....
Pedagang CFD
Pedagang CFD bagi-bagi masker sebagai bentuk protes kepada Pemkot Cilegon

Aksi tersebut sebagai bentuk protes dari para pedagang lantaran hingga saat ini CFD yang dinaungi HPPB dan Pawon yang biasa dilaksanakan setiap Minggu pagi di sepanjang Jalan KH Yasin Beji tepatnya di depan Krakatau Junction tak kunjung dibuka kembali oleh Pemkot Cilegon.

“Pak, dukung kami yah, supaya CFD dibuka lagi sama pemerintah, biar kita bisa jualan lagi, biar bisa membiayai keluarga kami,” kata salah seorang pedagang saat membagikan masker, Minggu (30/5/2021) pagi.

Dalam aksi tersebut, sejumlah pedagang juga tampak membentangkan spanduk yang salah satunya tertulis “Pak Helldy, kami ingin kembali berdagang di CFD Kota Cilegon”.

Kordinator pedagang CFD HPPB Alex mengatakan, aksi tersebut merupakan spontanitas dari pedagang agar Pemkot Cilegon dapat kembali membuka kegiatan CFD yang digelar setiap Minggu pagi di sepanjang Jalan KH Yasin Beji tepatnya mulai Krakatau Junction hingga lampu merah Pusdiklat KS.

“Ini adalah upaya kita supaya keinginan dari para pedagang untuk bisa berdagang kembali didengar oleh pemerintah,” kata Alex disela aksi bagi-bagi masker.

Alex menuturkan, sejak ditutupnya CFD pada November 2020 lalu, para pedagang yang menggantungkan penghasilannya dari berjualan di CFD tersebut mulai mengeluh karena perekonomiannya semakin terpuruk.

“Sudah 6 bulan sejak CFD ditutup, para pedagang tidak memiliki penghasilan. Kami berharap bisa diberikan kesempatan untuk berdagang kembali, supaya para pedagang bisa meningkatkan perekonomiannya kembali,” tuturnya.

Alex mengungkapkan, ratusan pedagang yang menggantungkan perekonomiannya melalui kegiatan CFD yang hanya dibuka setiap Minggu pagi selama 4 jam tersebut merasa bingung dengan kebijakan pemerintah yang memperbolehkan tempat-tempat seperti mall dibuka kembali.

“Jujur, kami juga merasa bingung, apa bedanya kami dengan pedagang di pasar, di Bundaran Perumnas, di mall dan tempat lain yang sudah kembali dibuka. Kami disini juga pasti dan siap untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ungkapnya.

Selain melalui aksi tersebut, Alex juga mengatakan, pada Jumat (28/5/2021) kemarin, pihaknya telah melayangkan surat kepada Walikota Cilegon Helldy Agustian agar dapat membuka kembali kegiatan CFD.

“Harapan kami, kebijakan dari Bapak Helldy selaku Walikota Cilegon supaya bisa memberikan kesempatan kepada kami agar minggu depan, 6 Juni ini kami bisa berdagang kembali, tentunya dengan tetap mengikuti arahan dari pemerintah,” ujarnya.

Alex juga berharap, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Cilegon sebagai instansi yang menaungi pedagang, dapat merekomendasikan dan memberi masukan kepada Walikota Cilegon Helldy Agustian sebagai pemegang kebijakan untuk kembali membuka kegiatan CFD tersebut.

“Mudah-mudahan di ujung masa jabatan Ibu Abadiah (Kepala Disperindag Cilegon), CFD Kota Cilegon dapat dibuka kembali, sebagai kenang-kenangan kepada masyarakat, agar bakti dan kerja kerasnya menjadi amal jariyah yang tiada terhingga,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Pedagang CFD Neng Rumsari berharap apa yang dilakukannya tersebut dapat didengar dan segera mendapatkan respon dari pemerintah.

“Semoga pemerintah mendengarkan, tolong saya mohon buka kembali CFD, karena kami sangat terpuruk, karena sudah terlalu lama CFD ini ditutup,” katanya.

Neng beserta pedagang CFD lainnya yang menggantungkan penghasilannya dari berjualan di CFD pada Minggu pagi itu mengaku siap untuk menerapkan prokes secara ketat seperti menyediakan masker dan tempat cuci tangan jika kegiatan CFD kembali dibuka.

“CFD ini cuma seminggu sekali, cuma 4 jam, tolong pak bantu kami, demi anak kami, demi keluarga kami, kami menggantungkan harapan melalui CFD ini. Kami disini juga siap untuk menjaga prokes, kita akan sediakan masker dan tempat cuci tangan, itu juga bukan karena kami mampu membeli, karena kami juga ingin menjaga kesehatan kami, kesehatan keluarga kami, tolong bantu kami buka kembali CFD, ekonomi kami sekarang sangat terpuruk,” ujar Neng dengan isak tangis.

Hal senada disampaikan Imron, Ketua Ojek Pangkalan Propelat, Ia mengaku, penghasilannya juga ikut menurun karena terkena dampak ditutupnya kegiatan CFD disepanjang Jalan KH Yasin Beji tersebut.

“Biasanya kalau disini ada kegiatan CFD setiap hari minggu itu, penghasilan kita lumayan, selain dari hasil ngojek, kita juga bantu buat parkir, jadi dapetnya lumayan sehari itu. Kalau sekarang, kita kadang engga bawa uang sama sekali pas pulang ke rumah,” pungkasnya.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
CilegonEkonomi

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: