Program PAUD Holistik Integratif Masih Jalan Di Tempat

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON -  Program Paud Holistik Integratif di Kota Cilegon nampaknya masih jalan ditempat....

Meskipun Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon sebagai leading sektor program Paud Holistik Integratif telah membangun sinergi melalui nota kesepahaman (MoU) bersama 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul di Cilegon.

Nampaknya program untuk menjamin terpenuhi Holistik Integratifnya hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, serta perlindungan dan kesejahteraan anak belum dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Dimana diketahui, Dindik Cilegon bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), telah menandatanganan MoU dalam rangka pengembangan anak usia dini pada 6 April 2021 lalu.

Salah satunya di Dinsos Cilegon yang hingga saat ini belum mengambil langkah apapun dalam mendukung program tersebut.

Dimana Dinsos dalam program tersebut berwenang untuk memberikan cara pengasuhan yang baik kepada orang tua anak-anak PAUD dan para pendidik, memberikan cara mendidik anak-anak yang masih perlu pengawasan orang tua dan memberikan rekomendasi lanjutan untuk anak-anak yang bermasalah atau ada kelainan dengan anak-anak lainnya.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia, Irma Sofianti mengaku hingga saat ini belum melakukan sosialisasi apapun terkait program tersebut.

Ia mengatakan, Dinsos belum bisa melakukan sosialisasi kepada seluruh PAUD di delapan Kecamatan Kota Cilegon lantaran masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Belum, tahun ini kita belum ada kegiatan, karena memang satu karena Covid-19. PAUD masih pada tutup, masih (belajar) online, jadi kita masih belum bisa turun,” kata Irma kepada wartawan, Kamis (28/2021).

Lebih lanjut, Irma menambahkan, terhambatnya kegiatan tersebut disebabkan karena belum adanya penganggaran terkait kerja-kerja yang akan dilakukan oleh Dinsos.

” Untuk tahun ini memang belum kita anggarkan, rencananya mudah-mudahan kalau ada di perubahan ya kita bisa anggarkan di perubahan,” ujarnya.

Selain itu, Dinsos juga terkesan ‘menunggu bola’ dalam pelaksanaan program yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak-anak usia dini di Cilegon.

“Jadi nanti biasanya dari PAUD sendiri yang meminta, jadi PAUD yang menyiapkan orang tua anak-anaknya, kita sebagai narasumber aja memberikan informasi tentang cara tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon, Ismatullah mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui cabang-cabang yang ada di kecamatan.

“Kalau saya itu kan keliling-keliling ya, saya pernah membuka sosialisasi di Cilegon, pernah juga di Merak (Kecamatan Pulomerak). Sebetulnya berjalan secara internal kalau Dindik Kota Cilegon,” kata Ismatullah melalui sambungan telepon.

Ismatullah menjelaskan, OPD yang memiliki tugas utama dalam program tersebut adalah Dindik, sementara empat OPD lainnya hanya sebagai penunjang yang tidak memiliki anggaran secara spesifik untuk sosialisasi.

“Jadi kalau untuk OPD Disdukcapil, Dinsos, Dinkes, dan DP3AKB memang gak mungkin memiliki anggaran sosialisasi PAUD Holistik Integratif. Paling nanti Dindik kerjasama dengan dinas-dinas yang terkait tersebut,” jelasnya.

Kendati demikian, Ismatullah tidak menampik bahwa sosialisasi terkait program tersebut bisa dilakukan secara Daring (Dalam Jaringan).

“Mungkin-mungkin saja sosialisasi dilakukan Daring (online). Pola Daring itu juga alternatif terbaik di masa pandemi Covid-19,” tandasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Pendidikan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: