Program KCS Tak Sesuai Harapan, Ketua Gema Reliji Mundur

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Ketua Gerakan Emak-emak Relawan Helldy-Sanuji (Gema Reliji) Kota Cilegon, Rafika Duski Anwar mengundurkan diri....

Pengunduran diri itu dilatarbelakangi oleh realita program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta yang menurutnya tidak serius dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Rafika mengaku mundur atas kesadaran sendiri. Dia me nilai program KCS yang dijanjikan Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy-Sanuji tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Ia mengaku punya beban moral terkait KCS. Dia mengaku kerap ditanya oleh masyarakat terkait dengan kejelasan KCS yang telah dijanjikan.

“Ketika tiba-tiba ada informasi datang ke UPTD Pengelolaan Dana Bergulir (PDB) dana pinjaman KCS untuk UMKM sudah cair, otomatis masyarakat resah, sementara masyarakat mengharapkan. Jadi efeknya ke kita-kita ini lagi larinya,” ujarnya.

Menurut Rafika, realisasi KCS melalui UPTD PDB tersebut membuat resah masyarakat. Karena, untuk mendapatkan dana pinjaman UMKM tersebut ada syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Rafika mengaku mendatangi UPTD PDB untuk konfirmasi terkait realisasi KCS tersebut. Menurutnya pemegang KCS memang diprioritaskan, namun dengan syarat sudah pernah mengajukan pinjaman di UPTD PDB, kemudian memiliki usaha.

“Berarti kan sudah beda antara yang diomongin kemarin dengan kenyataan sekarang,” tuturnya.

Selain itu, menurut Rafika, besaran nominal serta proses dan waktu mulai dari pendaftaran, pelatihan, survey hingga pencairan hingga kurang lebih 4 bulan tersebut menjadi sebab keresahan di masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat ini harapannya sudah tinggi ternyata sudah habis waktu, tenaga, tiba-tiba tidak di ACC kan kasihan. Beban moral juga ke kitanya,” ujarnya.

Dengan realita tersebut, Rafika mengaku lelah karena kerap diberondong pertanyaan dari masyarakat yang memegang KCS.

“Jadi saya itu saking malesnya ditanya terus diuber-uber, lirik-lirik dulu kalau mau ke pasar. Kalau banyak emak-emak saya melipir ke jalan lain supaya engga ketemu. Lelah, cape, di pengajian juga gitu pada nanyakan,” katanya.

Selain itu, Rafika mengungkapkan, dari informasi yang diperolehnya di UPTD PDB itu, pinjaman dana bergulir tersebut sudah ada sejak 2002 silam dengan nama yang berbeda.

“Bedanya yang punya KCS diprioritaskan, tapi dengan syarat dan ketentuan berlaku. Harus punya usaha, sesuai prosedurnya dan lain-lain. Tadi juga ada yang nanya KCS tapi engga punya usaha, terus dijelaskan sama UPTD akhirnya kecewa. Kasian masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: