PPKM Darurat Akan Diterapkan di Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat akan mulai diterapkan di seluruh daerah Jawa dan Bali mulai 3 Juli 2021....

PPKM tersebut, diterapkan di Jawa dan Bali mulai 3-20 Juli 2021 untuk menekan laju penularan Covid-19 sesuai keputusan pemerintah pusat.

Pasalnya, kasus Covid-19 kembali melonjak pasca-liburan Lebaran hingga menyebabkan pasien membludak di sejumlah rumah sakit rujukan.

Salah satunya yang akan diterapkan di Cilegon. Hal itu disampaikan Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono usai kegiatan HUT Bhayangkara Ke-75 tahun yang digelar di Aula Polres Cilegon.

“Tadi bapak Presiden menyampaikan bahwa tanggal 3 besok kita menunggu resminya itu akan dilaksanakan yang namanya PPKM Mikro Darurat, kita ada level 3 dan level 4,” kata Kapolres Cilegon kepada wartawan, Kamis (1/7/2021).

AKBP Sigit menuturkan, Cilegon masuk dalam nilai assesment 3. Akan tetapi, pihaknya belum mengetahui secara pasti aturan dan ketentuan untuk daerah yang berada di level 3.

Namun demikian, Kapolres bersama Forkopimda Cilegon mengaku siap untuk menindaklanjuti hasil keputusan Pemerintah Pusat.

“Hari ini akan ditentukan oleh pemerintah pusat apakah 100 persen harus tutup kegiatan masyarakat yang esensial atau non esensial kita lihat nanti,” ujarnya.

Adapun cakupan pengetatan aktivitas selama penerapan PPKM darurat tersebut diantaranya yakni, 100% Work from Home untuk sektor non essential. Lalu untuk seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online/daring.

Untuk sektor essential diberlakukan 50% maksimum staf work from office (WFO) dan sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf WFO dengan protokol kesehatan.

Sedangkan untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen; untuk apotik dan toko obat bisa buka full selama 24 jam. Adapun pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup.

Sementara itu, untuk restoran dan rumah makan hanya menerima delivery/take away. Kemudian tempat ibadah dan fasilitas umum serta kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan ditutup sementara.

Transportasi umum diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sedangkan, resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi.

Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh harus menunjukkan kartu vaksin dan PCR.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: