Polres Cilegon Hentikan Perkara Wanita Yang Viral Melawan Petugas Saat Penyekatan di Ciwandan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Polres Cilegon hentikan perkara kasus melawan petugas yang dilakukan wanita yang sempat viral di sosial media saat melawan petugas di Pos Pam Ciwandan....

Wanita berinisial GR tersebut sempat viral lantaran melawan petugas yang berusaha memutarbalikkan kendaraannya yang akan menuju wisata Pantai Anyer pada Minggu, 16 Mei 2012 kemarin.

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono dalam konferensi pers di Mapolres Cilegon mengatakan, pihak Kepolisian dalam perkara ini mengedepankan Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif.

Dimana perkara tindak pidana tersebut akan diselesaikan dengan cara mempertemukan antara pelaku dan korban dengan melaksanakan Alternative Dispute Resolution (alternatif penyelesaian sengketa) untuk penyelesaian di luar pengadilan.

“Sehingga setelah nanti kedua belah pihak bersama kepolisian memberi satu pernyataan, perkaranya berhenti di sini,” kata AKBP Sigit kepada awak media, Senin (17/5/2021).

Kapolres mengungkapkan, setelah melakukan proses pemeriksaan dan penyelidikan, diketahui pelaku yang tengah berkendara bersama suaminya tersebut berasal dari Serang, yang saat itu hendak menuju Kecamatan Carita, namun tersekat di jalur penyekatan Pos Pam Ciwandan.

“Hal ini diketahui setelah Polres Cilegon dipimpin Kasat Reskrim melaksanakan pengumpulan data dan fakta dengan meminta keterangan kepada empat orang petugas termasuk pelaku,” ungkap AKBP Sigit.

Di tempat yang sama, pelaku GR mengaku keberangkatannya menuju Kecamatan Carita bukan untuk berlibur, namun karena ada kepentingan keluarga.

“Tujuan saya bukan untuk berwisata, melainkan untuk menjenguk saudara saya yang sedang sakit. Namun persyaratan yang diminta petugas, saya tidak dapat memenuhinya,” aku pelaku.

Keterangan itu dibenarkan oleh pihak kepolisian, pasalnya saat dilakukan pengamanan, pelaku berada di rumah sepupunya.

Selain itu, pelaku juga mengungkapkan rasa penyesalan dan bersalahnya kepada petugas penyekatan dan kepolisian karena telah meluapkan emosinya saat diminta memutarbalikkan kendaraannya.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Petugas Dishub dan Petugas Kesehatan Kota Cilegon, khususnya kepada Kepolisian dan masyarakat Indonesia. Saya sangat menyesal dan mohon kiranya perbuatan saya dimaafkan,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: