Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung Liar

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Polres Cilegon gagalkan penyelundupan ribuan ekor burung liar di Pelabuhan Merak....

Sebanyak 2.083 ekor berbagai jenis burung yang berasal dari Lampung tersebut, berhasil digagalkan oleh Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) pada Rabu (9/6/2021) pukul 04.00 WIB.

Ribuan burung liar yang dibawa oleh ST dengan menggunakan truk bernomor polisi BE 8401 BX itu tidak dilengkapi dengan surat perijinan.

“Anggota kami dari Polsek KP Merak dengan melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan telah mengamankan satu kendaraan Colt yang berisi berbagai jenis burung, kurang lebih 2.083 ekor,” kata Wakapolres Cilegon, Kompol Mirodin saat Konferensi Pers di Mapolres Cilegon, Kamis (10/6/2021).

Setelah sopir dan barang bukti diamankan, lanjut Kompol Mirodin, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Karantina Pertanian (BKP) Cilegon agar ribuan ekor jenis burung tersebut dilakukan screening terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan.

“Setelah terbebas dari wabah akan segera direalisasikan. Rencananya akan dilepasliarkan di Hutan Lindung Cagar Alam di daerah Kecamatan Mancak,” ujarnya.

Pasca dilakukan pendalaman, Kompol Mirodin menuturkan, ribuan burung yang berasal dari Lampung tersebut akan dibawa ke berbagai daerah di Provinsi Banten.

“Ribuan burung ini akan dibawa ke berbagai tempat di Serang dan Tangerang juga. Untuk nilainya belum diketahui secara pasti, nanti akan diperiksa lebih lanjut,” tuturnya.

Sementara, Kepala BKP Cilegon, Arum Kusnila Dewi mengungkapkan proses screening kepada ribuan ekor jenis burung tersebut perlu dilakukan.

“Jadi kita lakukan screening untuk spesifikasi penyakit tertentu pada unggas, jadi ini kita lakukan tahap awal untuk pemeriksaan fisik dan screening,” ungkapnya.

Dewi menduga, penyelundupan ribuan ekor jenis burung tersebut terjadi karena adanya permintaan yang cukup tinggi.

Untuk itu, kata Dewi, sebagai upaya pencegahan kejahatan kepada hewan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait yang ada di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni.

“Itulah salah satu peran nyata kita, semua berada di dalam tugas dan fungsi masing-masing,” pungkasnya.

Untuk diketahui, penyelundupan hewan tanpa dilengkapi dokumen akan dikenakan Pasal 40 Juncto Pasal 21 Ayat 2 Huruf a dan b Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam, Hayati, dan Ekosistem dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun, dan UU Karantina Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dengan ancaman pidana 3 Tahun dan denda sebanyak Rp3 Milyar.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: