Polisi Amankan Penyelundup 13,8 kg Sabu di Cilegon, Satu Tersangka Tewas

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Cilegon dibantu Satres Narkoba Polres Serang Kota amankan paket narkotika jenis sabu yang berasal dari Sumatera....

Barang haram tersebut berhasil diamankan petugas di Rumah Makan Kaffie di Lingkungan Gerem Raya, Rt 002/Rw 004, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol pada Jumat, 1 Januari 2021 lalu.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, narkotika jenis sabu dengan total berat 13,8 kg tersebut berhasil diseberangkan melalui transportasi bus ke Pelabuhan Merak Banten oleh 3 orang tersangka.

“Barang bukti yang disita satu buah peti kayu yang terdapat 13 paket berlakban yang didalamnya berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu sabu,” Kata Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Jumat (8/1/2021).

Selain barang bukti narkotika jenis sabu yang ditaksir bernilai belasan miliar rupiah tersebut, polisi juga mengamankan satu unit mobil Toyota Innova warna hitam dengan nomor polisi BM 1725 DU dan 3 buah handpone berbagai merk.

Ketiga tersangka yang terlibat dalam aksi penyelundupan narkotika tersebut yakni ZE (30), AP (34) dan MS (35) berhasil ditangkap setelah Satres Narkoba Polres Cilegon berkolabirasi dengan Satres Natkoba Serang Kota melakukan pengembangan

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono menerangkan tersangka ZE (30) menjadi yang pertama diamankan. Ia dibekuk tanpa perlawanan di kediamannya Desa Batu Bulek, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat pada Sabtu, 2 Januari 2021.

Berbekal informasi dari ZE, anggota bergerak ke rumah MS untuk melakukan penangkapan. Namun sayangnya, MS berhasil melarikan diri.

Petugas gabung, lanjut AKBP Sigit, langsung bergerang ke tempat tersangka lainnya AP (34). Ia diamankan di Desa Balik Alam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Usai membekuk AP, petugas mendapatkan informasi bahwa MS tengah berada di daerah Jorong Air Putiah, Desa Sari Lamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Namun, penangkapan MS tak berlangsung mudah. Ia melakukan perlawanan kepada petugas saat hendak ditangkap, dengan berusaha merebut senjata dari genggaman anggota.

“Kemudian petugas melakukan upaya dengan memberikan tembakan peringatan sebanyak 2 kali ke udara, akan tetapi MS tetap melarikan diri dan tidak menghiraukan peringatan tersebut, karena dianggap sudah mengancam nyawa petugas kemudian dilakukan tindakan tegas terukur yang mengenai bagian paha sebelah kiri,” tutur Kapolres.

MS yang terkena timah panas akhirnya dibawa pihak kepolisian ke Puskesmas Tanjung Pati guna mendapatkan penanganan medis.

Namun karena fasilitas yang kurang memadai, MS harus dirujuk ke Rumah Sakit Adnan WD Payakumbun. Dalam perjalanan, MS tak kuasa lagi bertahan hingga akhirnya meninggal dunia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terancam Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: