Pilkada Cilegon 2020 Tanpa PDIP

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tidak terlibat dalam perhelatan pemilihan Walikota-Wakil Walikota Cilegon 2020....
Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi/Foto Repro rmol.co/NET

PDIP dipastikan tidak masuk dalam catatan KPU Cilegon sebagai partai peserta pilkada, sebab hingga batas akhir pendaftaran calon pasangan kepala daerah, Ahad (6/9/2020) lalu, PDIP tidak masuk dalam partai koalisi mana pun.

Berdasarkan data KPU Cilegon, terdapat 4 pasangan bakal calon Walikota Cilegon dan Wakil Walikota Cilegon yang mendaftar selama tiga hari sejak Jumat (4/9/2020).

Tiga pasangan maju dari jalur parpol yakni Ratu Ati Marliati-Sokhidin, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta, serta Iye Iman Rohiman, Awab.

Sementara satu pasangan calon walikota-wakil walikota berasal dari jalur perseorangan yakin Ali Mujahidin-Lian Firman.

Pasangan Ati – Sokhidin didukung mayoritas kursi parlemen atau setara 50 persen dengan dukungan dari 4 Partai, yakni Golkar, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Gerindra.

Helldy-Sanuji didukung Partai Berkarya dan PKS, sementara Iye – Awab didukung PAN, PPP, dan Partai Demokrat.

Dari kesemua pasangan calon itu, PDIP tidak masuk gerbong koalisi mana pun. Partai yang berniat mengusun Ketua DPC PDIP Cilegon Reno Yanuar itu tidak berhasil mendapatkan pasangan.

Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi mengatakan, pihaknya mencatat sebanyak 9 partai parlemen secara resmi telah terdaftar sebagai peserta Pilkada Cilegon.

KPU tidak memasukan partai non parlemen ke dalam catatan koalisi.

“Jika memang calon mendapatkan dukungan dari partai non parlemen, itu sah-sah saja. Tapi bagi kami di KPU Kota Cilegon, hanya mencatat partai-partai parlemen yang masuk koalisi,” katanya saat ditemui di KPU Cilegon.

Irfan menegaskan bahwa KPU Cilegon telah menjalankan proses pendaftaran sesuai Peraturan KPU. Syarat-syarat pencalonan dan syarat para calon dinyatakan lengkap.

“Secara normatif kami menyatakan syarat-syarat pencalonan para pasangan telah lengkap. Sehingga jika ada partai lain yang menyatakan bergabung setelah pendaftaran ditutup, kami tidak bisa mencantumkannya pada daftar koalisi peserta pilkada,” ujarnya.

Sayangnya, Irfan enggan menganggapi terkait PDIP yang tidak ikut gerbong koalisi mana pun.

Terpisah, Ketua Badan Hukum dan Advokasi DPC PDIP Cilegon, Tb Amri Wardana saat konferensi pers pada Sabtu (5/9/2020) lalu menyatakan, pihaknya tengah menunggu arahan dari DPP PDIP.

“Perlu diketahui B.1-KWK yang diamanahkan kepada kami adalah untuk berkoalisi dengan Partai Berkarya. Namun ternyata Partai Berkarya melakukan pendaftaran dengan PKS. Maka itu, kami menunggu arahan DPP PDIP, karena kami belum mendapatkan arahan apa pun dari DPP,” pungkasnya.

Ketidaktertiban PDIP dalam Pilkada Cilegon cukup disayangkan. Sebab partai tersebut secara nasional adalah partai pemenang pemilu.

Zainal Mutakin

Categories
Politik

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: