Petugas Gelandang Penghuni Kost dan Pasangan Kumpul Kebo

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Petugas gabungan Dinas Satpol PP Cilegon bersama jajaran TNI-Polri merazia tempat kost dan kontrakan yang tersebar di wilayah Kecamatan Cibeber, Selasa (7/7/2020)....

Dalam operasi yustisi itu, petugas mendapati 32 penghuni kost dan kontrakan yang ada di Kecamatan Cibeber tidak memiliki identitas diri atau Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dimana diantaranya adalah 3 pasangan bukan suami istri.

Mereka yang tidak memiliki identitas diri, langsung digelandang petugas ke kantor kelurahan setempat untuk dilakukan pendataan.

Petugas gabungan yang dibagi dalam dua tim itu, mulai bergerak dari pukul 09.00 WIB. Tim pertama bergerak menuju tempat kost dan kontrakan yang berada di Kelurahan Karang Asem dan Kalitimbang.

Sedangkan tim kedua merazia kost dan kontrakan yang ada di Kelurahan Cibeber dan Kedaleman.

Selain melakukan pemeriksaan identitas diri penghuni kost dan kontrakan, barang-barang milik penghuni yang dicurigai petugas juga tidak luput dari pemeriksaan.

Saat petugas melakukan razia, ada hal yang menarik perhatian, terdapat satu tempat kost yang dihuni oleh 7 orang anak dibawah umur, dimana 2 diantaranya adalah wanita.

Ketika ditanya petugas, mereka mengaku sebagai pengamen jalanan, namun penjelasan tersebut tak lantas membuat petugas percaya.

Disela introgasi itu, petugas kepolisian dari Tim Jawara Back Bone Polres Cilegon, mendapati satu unit sepeda motor milik salah satu penghuni kost tersebut.

Karena tidak dapat menunjukan bukti surat kepemilikan kendaraan, petugas kepolisian memberikan hukuman pemilik kendaraan yang masih anak dibawah umur untuk membaca ayat suci Alquran, Ironisnya anak yang diketahui bernama Ferry itu terbata-bata saat membacanya.

Kabid Penegak Perundang-undang Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Sofan Maksudi mengungkapkan, selain memastikan para penghuni kost dan kontrakan memiliki identitas diri, razia juga dilakukan untuk meminimalisir adanya tindakan kejahatan.

“Seluruh penghuni kosan yang kedapatan tidak memiliki identitas diri seperti KTP dan keterangan domisili, dibawa ke kelurahan untuk dilakukan pendataan, selain itu kita juga mengantisipasi dijadikannya kosan untuk kegiatan-kegiatan yang meresahkan dan dapat menimbulkan kejahatan,” tandasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: