Peredaran Barang Ilegal Tinggi, Bea Cukai Banten Musnahkan Sitaan

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Peredaran barang-barang ilegal di Banten pada periode 2018-2019 ini masih terbilang cukup banyak. Hal ini terungkap saat gelar pemusnahan barang bukti hasil sitaan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Banten.
Pemusnahan Barang Sitaan Ilegal Oleh Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Banten di Pelabuhan Peti Kemas Indah Kiat/Beritakarya.co.id

Ribuan barang ilegal yang berhasil disita oleh Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Banten beserta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Merak dan Tangerang, digelar di Pelabuhan Peti Kemas Indah Kiat, Cilegon, untuk dimusnahkan dengan cara di bakar dan digilas menggunakan alat berat, Kamis (28/11/2019).

Kepala Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Banten, Mohammad Aflah Farobi mengungkapkan, dibanding dengan tahun lalu, pada 2019 ini barang sitaan yang didapatkan dari hasil putusan 77 penindakan atas pelanggaran UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang berhasil digagalkan masih cukup tinggi.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini justru lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Barang sitaan ini didapatkan dari hasil putusan 77 penindakan atas pelanggaran UU Cukai yang berhasil digagalkan oleh Kanwil Bea Cukai Banten, Kantor Bea Cukai Merak, dan Kantor Bea Cukai Tangerang,” ungkap Mohammad Aflah Farobi kepada awak media usai melakukan pemusnahan.

Dari keterangan yang didapat, berbagai jenis barang sitaan yang berhasil dimusnahkan dengan cara digilas dan dibakar ini terdiri dari 4.474 botol minuman beralkohol eks impor, 2.029,80 liter minuman beralkohol tradisional jenis ciu, 3.066.208 batang rokok, 101.70 liter liquid vape dan 1,10 liter essence liquid vape, dan 240 botol Minuman Beralkohol ekspor, Impor dan lokal.

“Ini kita lakukan agar dapat lebih transparasi dan terbuka dengan semua kalangan masyarakat,” ujarnya.

Mohammad Aflah Farobi menjelaskan, modus pelanggaran UU Cukai yang dilakukan oleh para pelaku yaitu dengan menjual minuman beralkohol tanpa ijin NPPBKC, dan menjual minuman beralkohol, rokok, dan liquid vape dengan segel pita cukai palsu, serta tidak ada pita cukai.

“Ini kebanyakan barang yang sudah ada diperedaran. Dari hasil peredaran ini, kami pun langsung menindaknya. Untuk keberadaan rokok dari lokal sedangkan untuk minuman dari luar,” jelasnya.

Dari hasil penindakan selama satu tahun terakhir, pihak Bea dan Cukai Banten bersama Kejaksaan Tinggi Banten telah menangani sembilan kasus yang sudah sampai ke pengadilan dengan para tersangka pengedar hingga kurir barang ilegal tersebut.

“Empat sudah diputuskan oleh hakim dan rata-rata divonis satu tahun penjara. Lima lagi masih dalam proses di pengadilan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Penidakan Khusus Kejati Banten, Senarko mengatakan, pemusnahan yang dilakukan ini sebagai bentuk kerjasama antara Bea Cukai Banten dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Barang bukti yang didapatkan tersebut, merupakan hasil putusan Kejati Banten.

“Tersangkanya asli dari Indonesia. Ketika sudah diputuskan barulah kita eksekusi untuk dimusnakan,” pungkasnya

Zainal Mutakin

Categories
BantenCilegonHukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: