Pemkot Cilegon Diguyur Dana Insentif 33,2 Miliar

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - 2019 ini, Pemkot Cilegon terima Dana Insentif Daerah (DID) senilai Rp33,2 miliar dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan pada Kementerian Keuangan.
ILUSTRASI/NET

Untuk memanfaatkan dana dari pemerintah itu, Pemkot Cilegon saat ini tengah mempersiapkan penggunaan anggaran tersebut melalui pengarahan mekanisme penyerapan DID di Ruang Rapat Walikota.

Asisten Daerah II Setda Kota Cilegon, Beatrie Noviana kepada wrtawan, Selasa (22/1/2019) mengatakan, pengarahan mekanisme penyerapan DID itu perlu disampaikan, khususnya kepada OPD penerima bantuan berdasarkan Undang Undang Nomor 12 tahun 2018 tentang APBD 2019, mengingat pada 2018 lalu Pemkot Cilegon tidak mendapatkan bantuan tersebut.

“Serapan DID ini awalnya hanya menyangkut kesehatan fiskal, pelayanan pendidikan, pelayanan dasar kesehatan. Setelah di-breakdown, menjadi luas seperti pengelolaan pelayananan dasar publik dan pemerintahan, peningkatan kapasitas fiskal,” ungkapnya.

Pencairan DID, lanjut Beatrie, akan dilakukan dalam dua tahap, dimana pencairan tahap kedua nanti tergantung pada prosentase serapan anggaran di tahap pertama.

“Pencairan setiap tahapan itu kan 50 persen. Tapi tahap pertama capaian serapannya harus di angka 70 persen, kalau tidak mencapai angka itu maka tahapan kedua nggak akan dicairkan oleh pusat. Hal itu sudah diatur dalam undang-undang itu,” terangnya.

Masih kata Beatrie, ada berbagai kriteria persyaratan utama untuk menerima DID, seperti administrasi daerah di antaranya yakni opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), penetapan APBD dan laporan keuangan daerah yang tepat waktu. “Kinerja menjadi pertimbangan mengapa akhirnya Kota Cilegon mendapatkan DID,” tuturnya.

Terpisah, Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengatakan, pengalokasian DID di setiap OPD sudah dilakukan Pemkot Cilegon sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

“Bantuan DID ini juga kan peruntukannya plus kapasitas fiskal. Misalnya menyangkut intensifikasi pendapatan dan seterusnya. Termasuk operasi SAUM (Sarana Angkutan Umum Massal) yang dana operasionalnya itu dari DID. Masalahnya pencairan itu kan di sekitar April, jadi kalau akan beroperasi sekarang maka, akan menggunakan dana yang ada dulu dari APBD,” pungkasnya.

Uploader: Risky Ramadhianto

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: