Pemerintah Tetapkan Idul Adha 20 Juli 2021

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1442 hijriyah melalui siding isbat yang digelar di Kantor Kemenag RI pada Sabtu (10/7/2021) kemarin....

Dalam sidang isbat tersebut, pemerintah beserta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi keagamaan lainnya secara mufakat telah menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1442 Hijriyah jatuh pada 11 Juli 2021.

“Sehingga 1 Dzulhijjah tahun 1442 Hijriyah ditetapkan jatuh pada hari Ahad tanggal 11 Juli 2021, dan dengan begitu tentu saja Hari Raya Idul Adha akan jatuh pada hari Selasa tanggal 20 Juli 2021,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, usai sidang isbat, dikutip dari Channel Youtube Kemenag RI, Minggu (11/7/2021).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga menyampaikan terkait pelaksanaan Takbiran, Shalat Idul Adha, serta pemotongan hewan qurban di tengah pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, Menteri Agama telah menerbitkan dua Surat Edaran (SE) sekaligus, yakni SE Menteri Agama, Nomor SE. 16 tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi Di Luar Wilayah PPKM Darurat.

Serta SE Menteri Agama Nomor SE. 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan Di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, Dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi Di Wilayah PPKM Darurat.

Yaqut menyampaikan, peniadaan peribadatan sementara di tempat ibadah di wilayah PPKM Darurat menjadi mutlak, lantaran pandemi Covid-19 yang terus meningkat.

“Kemudian terkait dengan peniadaaan malam Takbiran dan Shalat Idul Adha di wilayah PPKM Darurat, ini juga kami tiadakan, jadi kami minta supaya Takbiran dan Shalat Idul Adha di wilayah PPKM Darurat dilakukan di rumah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, untuk wilayah di luar PPKM Darurat dan bukan termasuk zona merah dan zona oranye Covid-19, Yaqut mengatakan, peribadatan di tempat ibadah dapat dilakukan dengan memenuhi ketentuan yang sudah tercantum di Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 16 tahun 2021.

“Di wilayah di luar PPKM Darurat dan bukan termasuk zona merah dan zona oranye, malam Takbiran dan Shalat Idul Adha dapat dilakukan setelah memenuhi ketentuan sebagaimana dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 16 tahun 2021,” tuturnya.

Selain itu, Menteri Agama Yaqut juga menyampaikan terkait dengan aturan pelaksanaan penyembelihan hewan qurban. Dimana pelaksanaan penyembelihan qurban dapat dilangsungkan selama 3 hari pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjan (20-22 Juli 2021) dan penyembelihan juga sebisanya dilakukan di rumah potong hewan, namun apabila tempat pemotongan hewan memiliki keterbatasan, maka dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam SE Menteri Agama Nomor SE. 17 tahun 2021.

“Penyembelihan harus dilakukan di area yang luas dan memungkinkan untuk bisa dilakukan social distancing (jaga jarak), kemudian penyembelihan hanya diperbolehkan dihadiri oleh petugas penyembelih atau panitia qurban dan disaksikan oleh pihak yang berqurban,” ujarnya.

Yaqut juga mengimbau, agar panitia qurban tidak lagi mengundang warga untuk datang ke tempat pemotongan qurban saat akan membagikan daging qurban yang nantinya akan menimbulkan kerumunan.

“Artinya diantarkan, daging qurban ini diantarkan. Kita harapkan dengan sungguh-sungguh pembagian daging qurban ini disampaikan langsung ke tempat tinggal warga yang berhak. Artinya secara khusus saya perlu sampaikan dilarang ada antrian dalam pembagian daging qurban,” pungkasnya.

Uploader: Zainal Mutakin

Categories
Nasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: