Pemerintah Berkuasa Atas Indonesia, Tapi Tidak Berkuasa Atas Kehidupan

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Budayawan Emha Ainun Nadjib atau biasa disapa Cak Nun belakangan rajin mengomentari beberapa permasalahan yang ada di negeri ini....

Dilansir dari www.caknun.com, Senin (14/12/2020), Cak Nun mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengirimkan pesan WhatsApp (WA) kepada seseorang yang berkuasa di Jakarta. 

“Pagi tadi saya kirim teks WA kepada yang sedang berkuasa di Jakarta. “Njaluk tulung kondho arek2 ojo nemen2 lho. Yokyokopo wong iku yo syahadat yo salat yo niate apik masio carane gak bijaksana. Umpomo wong sing kok tahan iku Setan, elingo nek Polisi dudu Malaikat lho,” kata Cak Nun.

“Pemerintah berkuasa atas Indonesia, tapi tidak berkuasa atas kehidupan, nasib, min haistu la yahtasib keluarga kita, anak istri kita. Innallaha ‘ala kulli syai`in qadir. Masio iso nangkep maling ndik kampung, diukum ae, ojo sampak diidoni,” kata Cak Nun.

Di atas kebenaran ada kebaikan. Puncak pencapaian kebenaran dan kebaikan adalah martabat. Puncak martabat adalah kemuliaan. Wong iso salah, tapi menungsone tetep duweke Allah,” imbuhnyah.

Alhamdulillah dijawab: “Leres Cak. Saya forward nang arek-arek”.

Masih kata Cak Nun, dalam hidup ini pasti yang kita bela adalah martabat manusia dan muru`ah kemanusiaan. Kita berpihak kepada Tuhan dengan menyayangi semua makhluk-Nya, terutama ummat manusia.

Berjuang mencapai kebersamaan, persatuan dan kesatuan, karena Allah sendiri mengkonsep ummat manusia adalah “ummatan waahidah”.

Jasad manusia adalah petilan amat kecil dari wujud Allah itu sendiri. Sekecil apapun manusia, ia adalah maujud Tuhan. Bahkan ketika ada manusia lapar, Tuhan berempati dengan meletakkan diri-Nya pada orang lapar itu.

Categories
Nasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: