PDP Corona, Warga Cilegon Meninggal Karena Stroke

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Warga Cilegon berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, meninggal dunia di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon, Selasa (7/4/2020)....

Pasien lanjut usia asal Pulomerak itu meninggal bukan karena virus Corona, tetapi karena serangan stroke.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dr Arriadna, saat konferensi pers terkait PDP covid-19 meninggal dunia, di halaman Kantor Dinas Komunikasi Informasi Sandi Statistik (DKISS) Kota Cilegon, Selasa (7/4/2020).

Dr Arriadna didampingi Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana, Dandim 0623 Cilegon, Letkol Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, serta Manager Pelayanan Medis RSKM Cilegon, Prijo Wahjuana.

Kepada wartawan, dr Arriadna mengatakan jika pasien asal Kecamatan Pulomerak itu sebelumnua sempat dirujuk ke RSUD) Banten, setelah pihaknya menetapkan status PDP.

“Pasien sempat dirujuk ke RSUD Banten, juga telah menjalani pemeriksaan swab. Hasil pemeriksaannya negatif corona,” katanya.

Usai mendapatkan hasil, pasien tersebut dirawat di RSKM Kota Cilegon pada Ahad (5/4/2020). Setelah dirawat beberapa hari, pasien meninggal dunia.

“Jadi bukan karena corona, tapi karena serangan stroke,” ujarnya.

Meski negatif corona, lanjut Arriadna, namun pemulasaran jenazah tetap dilakukan sesuai prosedur covid-19. Ini dilakukan lantaran pasien meninggal dunia dengan status PDP.

“Almarhumah ini kan sudah dinyatakan PDP, sehingga pemulasaran jenazah harus dilakukan sesuai prosedur,” tuturnya.

Sementara itu, Manager Pelayanan Medis RSKM Cilegon, Prijo Wahjuana mengatakan, pihaknya tengah memproses pemulasaran jenazah di RSKM Kota Cilegon. Ia membenarkan jika pasien meninggal karena serangan stroke.

“Sesuai prosedur, jenazah pasien harus dimakamkan dengan peti jenazah. Sekarang kami sedang menunggu peti jenazah,” ucapnya.

Pada bagian lain, Dandim 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan stigma sosial kepada pasien meninggal tersebut. Mengingat kematian pasien bukan karena corona.

“Warga jangan langsung menghakimi, pasien ini bukan meninggal karena corona,” ucapnya.

Begitu pula dikatakan Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana. Ia mengatakan jika pemakaman akan dijaga oleh sejumlah personel.

“Kami sudah kerahkan personel mulai dari RSKM hingga tempat pemakaman. Kami harap masyarakat tidak resah. Meskipun prosesi pemakaman sesuai prosedur covid-19, namun pasien meninggal negatif corona,” pungkasnya.

Iffan Gondrong

Categories
Stop Press

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: