Parno, Gathering Karyawan KS Bubar Gegara Ada WNA China

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Virus Corona ternyata membuat masyarakat Cilegon dan sekitarnya mengalami paranoid saat bertemu dengan warga asing khususnya tenaga kerja asing asal China. ...
WASPADA DBD: Kadinkes Cilegon, dr Arriadna/beritakarya.co.id

Setiap bertemu warga asing bermata sipit, warga menganggap warga asing itu terpapar virus corona.

Setidaknya itu terjadi ketika PT Krakatau Steel (KS) melaksanakan family gathering di salah satu hotel di Anyer, Kabupaten Serang, Ahad (2/2/2020) lalu.

Acara family gathering itu terganggu saat di hotel yang sama masuk warga asing asal China.

“Kami sedang family gathering, tahu-tahu ada orang China. Eh peserta family gathering kabur semua, sudah segitunya sekarang,” kata General Manager Security and General Affair PT KS, Zainal Mutaqien, usai mengikuti acara hearing dengan Komisi II DPRD Kota Cilegon, Selasa (4/2/2020).

Menurut Zainal, sikap paranoid para karyawan PT KS tidak bisa disalahkan, mengingat status waspada yang diberlakukan pemerintah Indonesia.

Zainal menambahkan, wabah Virus Corona juga berdampak pada dunia industri di Kota Cilegon, khususnya perusahaan-perusahaan yang menggunakan TKA asal China.

“Industri yang mempekerjakan TKA asal China terkena dampak. Khususnya ketika TKA tersebut tidak bisa kembali bekerja, setelah pulang saat Imlek kemarin,” ucapnya.

Hal itu terjadi di proyek finishing Hot Strip Mill (HSM) II PT KS. Zainal mengatakan 12 tenaga ahli asal China tertahan di negaranya lantaran adanya larangan.

“Di proyek HSM II ada 12 tenaga ahli yang tertahan. Akhirnya kami sedang mencari tenaga ahli lain, bidang yang sama,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, Suparman membenarkan hal tersebut. Katanya, perusahaan selain PT KS yang terkena dampak adalah PT Indoferro.

“Manajemennya sedang teriak-teriak, katanya banyak TKA asal China yang tidak bisa kembali bekerja. TKA itu pulang kampung waktu Imlek kemarin, sekarang tertahan di negaranya karena larangan masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya pun tengah menyelidiki TKA yang baru tiba dari negara China. TKA tersebut bekerja di Bojonegara, namun tingal di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang.

“Sekarang petugas sedang menyelidiki TKA itu. Saya belum dapat laporan tindak lanjutnya seperti apa,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dr Arriadna mengatakan, fungsi rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) sangat penting dalam pengawasan warga asing di lingkungan. Maka dari itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan RT/RW.

“Kami akan seger berkoordinasi mulai dari tingkat kecamatan hingga RT/RW. Fungsi mereka betul-betul penting untuk mengetahui datang dan pergi warga asing di lingkungan mereka. Sehingga, akan ada hubungannya dengan Dinkes, terkait pemantauan terhadap orang asing dari negara terpapar. Kami harapkan itu dari tingkat kecamatan hingga RT/RW,” pungkasnya.

Iffan Gondrong

Categories
Industri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: