Nyamar Jadi Pelanggan, Polisi Ungkap Praktik Prostitusi Online di Gerem

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Kepolisian Sektor (Polsek) Pulomerak berhasil mengungkap kasus praktik prostitusi online yang berada di wilayah Gerem, Kecamatan Grogol....

Kasus prostitusi online itu berhasil diungkap pihak kepolisian pada Minggu (23/5/2021) sekira pukul 04:00 WIB dan berhasil mengamankan salah seorang pelaku berinisial MS (36) yang diduga sebagai mucikari dan 5 orang saksi.

Selain itu, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 buah telepon genggam, 1 unit kendaraan roda dua beserta kunci dan STNK, serta uang senilai Rp1 juta.

Praktik prostitusi online tersebut berhasil diungkap atas informasi masyarakat yang merasa resah dengan adanya tindakan pelacuran di salah satu penginapan di wilayah Gerem.

“Kemudian kami melaksanakan penyelidikan dan anggota melakukan penjebakan dengan menyamar menjadi pelanggan kemudian menghubungi pelaku melalui aplikasi WhatsApp sehingga pelaku saudari MS dapat kami amankan,” kata Kapolsek Pulomerak, AKP Muhammad Akbar dalam Konferensi Pers di Mapolsek Pulomerak, Selasa (25/5/2021).

Setelah dilakukan pengembangan oleh Polsek Pulomerak, ditemukan saksi-saksi lain yang menjadi orang yang diperdagangkan oleh saudari MS, yakni RAF yang merupakan warga Lampung, SZ warga Jakarta, SD dan A warga Pandeglang, dan AR warga Cilegon.

Di tempat yang sama, Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono mengungkapkan, pelaku dikenakan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Perdagangan Orang dan pasal 296 yaitu mempermudah atau memberi kemudahan berbuat cabul.

“Ancaman hukumannya adalah paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun atau denda paling sedikit 120 juta dan paling banyak 600 juta,” Ungkap Sigit.

Dengan terungkapnya kasus tersebut, Kapolres berharap masyarakat dapat terus bersinergi dengan kepolisian dalam mengungkap tindak kejahatan lainnya.

“Pelayanan publik adalah salah satu hal yang ditekankan pak Kapolri sesuai dengan 4 transformasi yang beliau tekankan yaitu di bidang operasional, organisasi, pelayanan publik dan pengawasan,” tutupnya.

Sementara itu, pelaku MS mengaku telah menggeluti hal itu selama 2 tahun dengan menawarkan 4 orang wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditawarkan kepada pelanggan dengan nila Rp1 juta sekali kencan.

Dari nilai tersebut, MS mengaku dirinya mendapat imbalan sebesar Rp.200 ribu.

“Saya menyesal, Pak,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: