Mudik Nataru di Merak-Bakauheni Naik 20 Persen

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 di Pelabuhan Merak-Bakauheni diprediksi akan mengalami peningkatan 20 persen dibandingkan 2018 lalu. Namun, untuk penumpang pejalan kaki mengalami penurunan dibandingkan pada tahun lalu.
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Saat Berkunjung di Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak/Beritakarya.co.id

Hal tersebut dikatakan General Manager (GM) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak Solikin, usai menerima kunjungan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Budi Setiyadi, di Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, Jumat (20/12/2019).

Penurunan penumpang kapal, kata Solikin, untuk pejalan kaki di Pelabuhan Merak pada arus mudik Nataru 2019 mengalami penurunan pada H-5 Natal yang jatuh pada Kamis (19/12/2019), dimana hanya tercatat sekitar 3.600 orang, dibandingkan H-5 Natal 2018 penumpang pejalan kaki mencapai 4.237 orang.

“Secara total pada H-5 mengalami kenaikan 20 persen, namun untuk pejalan kaki itu turun dari 4.237 orang pada tahun lalu, tahun ini hanya 3.600 orang,” kata Solikin.

Sementara itu, dari 64 kapal yang ada di Pelabuhan Merak, lanjut Solikin, 64 kapal diantaranya siap beroperasi. Dimana saat ini dalam sehari operasional hanya 32 kapal saja yang beroperasi.

“Kalau untuk kapal sudah sangat mencukupi,” ujarnya.

Selain itu, untuk antrian di Pelabuhan Merak, Solikin menjelaskan, tidak akan terlalu panjang. Pihak ASDP Merak akan memangkas waktu pelayanan tiket untuk meminimalisir antrian di pintu masuk pelabuhan.

“Saat membeli tiket, nanti akan ada pencatatan plat nomor kendaraan, jenis kendaraan dan jumlah penumpangnya saja, tidak sampai ke nama dan nomor telepon penumpang, maupun data diri penumpang, itu untuk mobil. Kalau untuk pejalan kaki kami rasa tidak ada permasalahan,” jelasnya.

Solikin juga menambahakan, pada tahun ini, kondisi laut juga dinilai masih stabil. Tidak seperti pada arus Nataru 2018 lalu, dimana pemudik dikhawatirkan dengan bencana tsunami di perairan Selat Sunda.

“Tahun ini kami berharap aman-aman saja,” tambahnya.

Ditemui ditempat yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, Budi Setiyadi mengatakan, secara umum arus mudik melalui Pelabuhan Penyebrangan Merak dan Bakauheni akan berjalan lancar. Dengan adanya enam pasang jumlah dermaga yang diopersikan dinilainya masih mencukupi untuk menampung arus mudik pada libur Nataru.

“Ada tujuh pasang dermaga yang ada, tapi dermaga 4 Merak sedang perbaikan, dan enam pasang dermaga ini masih bisa menampung arus mudik Nataru kali ini,” katanya.

Selain di Merak, kata Budi, untuk arus balik dari Bakauheni yang diprediksi akan terjadi kepadatan pada 31 Desember 2019 dan 1 Januari 2020, pihaknya telah melakukan antisipasi. Menjelang pintu masuk Pelabuhan Bakauheni sudah ada pemisahan jalur untuk yang akan melalui dermaga eksekutif atau reguler.

“Tol Sumatera juga sudah bagus semua jalannya. Yang jadi perhatian kami di rest area yang belum jadi 100 persen, tapi di situ sudah ada pos polisi, pos kesehatan dan SPBU, saya rasa aman,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Keselamatan Kapal Penumpang dan Penangkap Ikan pada Kemenhub RI, Ari Wibowo, mengaku pihaknya telah melakukan uji petik terhadap kapal yang ada di Pelabuhan Merak. Hingga, Kamis (19/12), sudah ada sekitar 900 kapal penumpang di seluruh Indonesia yang menjalani uji petik untuk persiapan angkutan Nataru, dari total sekitar 1.100 kapal. Uji petik akan selesai pada 23 Desember 2019.

“Di Merak ada beberapa kapal yang ditemukan terkait safety yang kurang diperhatikan seperti fire pump yang tidak berfungsi normal, deck kapal yang mulai keropos, serta kesiapan kru kapal yang masih kurang ketika menghadapi keadaan darurat, tapi itu bisa diperbaiki saat dokcing, karena setiap setahun sekali kapal penumpang harus docking,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: