Merasa Dibohongi, Warga Kecewa Program KCS

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang merupakan program unggulan Helldy-Sanuji sejatinya membuat warga penerima manfaat senang. Tapi nyatanya tidak demikian....
Ilustrasi Liputan Khusus
Ilustrasi Liputan Khusus

Program KCS yang diduga menjadi kunci kemenangan pasangan Helldy-Sanuji pada Pilkada 2020 lalu dipahami oleh warga penerima KCS sebagai bantuan modal yang akan diberikan Helldy-Sanuji secara cuma-cuma jika keduanya terpilih.

Hal itulah yang kemudian menarik minat warga pemilih dan memutuskan untuk mencoblos pasangan Helldy-Sanuji 9 Desember 2020 silam.

Namun nyatanya, KCS yang bahkan sudah dibagikan pada proses pilkada beberapa waktu itu tidak seperti yang dibayangkan. Warga yang kadung menerima kartu dan janji tim sukses merana. Mereka kecewa berat.

Secara tersirat, beberapa warga penerima KCS yang ditemui Tim Redaksi Beritakarya.co.id merasa dibohongi dengan janji Tim Helldy-Sanuji. Mereka sama sekali tidak menduga bahwa program yang dijanjikan itu berupa pinjaman bukan cuma-cuma.

Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta usai acara capaian 100 hari kinerja Helldy-Sanuji menyatakan, bantuan modal Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersifat pinjaman dengan bunga 0 persen. Bantuan modal itulah realisasi dari KCS yang sudah dijanjikan.

Warga penerima KCS
Warga penerima KCS Evi, Hartoyo dan Masrohah

Bambang Hartoyo, warga Lingkungan Ciwaduk Gede, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon yang merupakan salah satu penerima KCS kaget dengan informasi tersebut. Ia mengungkapkan, ketika menerima kartu tersebut dari tim sukses Helldy-Sanuji saat Pilkada 2020 lalu, tidak diberitahu bahwa bantuan itu adalah pinjaman modal.

“Waktu itu hanya dijelaskan ini Kartu Cilegon Sejahtera (KCS). Dalam pemikiran saya untuk kesejahteraan masyarakat Cilegon. Tidak ada bicara pinjaman, kirain ini cuma-cuma,” kata Hartoyo kepada Tim Redaksi Beritakarya.co.id, Rabu (9/6/2021).

Seharusnya, lanjut Hartoyo, sejak awal dijelaskan kalau bantuan tersebut bersifat pinjaman. “Kalau itu pinjaman mungkin untuk orang-orang susah gak bakal berani lah, ngapain. Tahunya masyarakat ini dibantu agar yang kurang sejahtera jadi sejahtera,” paparnya.

“Kalau gitu mah KCS itu artinya Kartu Cilegon Sama Saja, sama-sama sengsara. Mending gak usah janji, masyarakat gak butuh janji, butuhnya bukti,” tegasnya seraya tertawa geli.

Hal senada diungkapkan Evi, warga Lingkungan Baru, Kelurahan Jombang Wetan. Ia mengaku baru mengetahui informasi tersebut.

“Baru tahu. Karena paham saya ya cuma-cuma. Kebetulan saya pilihnya UMKM, katanya kan dapet bantuan nih setahun 5 juta,” tuturnya.

Ia juga sempat menanyakan kelanjutan manfaat KCS yang diberikan oleh tim sukses Helldy-Sanuji. Tapi ia diminta untuk sabar menunggu tanpa ada arahan lanjutan sehingga kebingungan.

“Katanya ini kan baru beberapa bulan. Dibilang nunggu, ya nungguin sih kan udah jadi. Cuma kata timsesnya gitu ya udah ngikutin aja,” ucap Evi.

Berbeda dengan Masrohah, warga Lingkungan Citangkil, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil. Ia mengaku hanya bisa pasrah dengan informasi mengenai bantuan yang berasal dari KCS tersebut.

“Saya juga belum tahu terdaftar atau enggaknya, udah dikasih tahu suruh nge-klik linknya. Yaudah ah biarin aja. Kalau misalkan yang diharapkan terwujud ya syukur kalau enggak ya udah lah. Namanya itu mah milik-milikan. Udah gitu aja saya mah,” pungkasnya.

Kebohongan Publik

Sekretaris Komisi III DPRD Cilegon, Ayatullah Khumaeni
Sekretaris Komisi III DPRD Cilegon, Ayatullah Khumaeni

Sekretaris Komisi III DPRD Cilegon, Ayatullah Khumaeni saat dihubungi Tim Redaksi Beritakarya.co.id secara tegas dan lugas menilai bahwa janji Helldy-Sanuji melalui KCS itu bisa dikatagorikan kebohongan publik.

“Iya, itu sama saja dengan kebohongan publik. Menjanjikan bla-bla-bla nyatanya yang dijanjikan itu bentuknya pinjaman. Apa bedanya dengan program yang sudah digulirkan walikota sebelumnya Pak Iman Ariyadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga penerima KCS waktu perhelatan pilkada beberapa waktu lalu terpaksa memilih karena tergiur dengan janji akan dapat bantuan 25 juta jika Helldy-Sanuji terpilih. Menurutnya, ada harapan warga yang digantungkan di pundak Helldy.

“Tapi pas jadi walikota, ternyata janji itu nol besar. Bantuan modal yang diberikan ternyata pinjaman dan warga harus mengembalikan meski dengan bunga nol persen. Wajar jika warga penerima KCS kecewa,” imbuhnya.

Masih kata Ayat, kekecewaan yang disampaikan Hartoyo, Evi dan Masrohah adalah potret kecil kekecewaan banyak warga yang sudah dijanjikan.

Hingga tulisan ini dipublikasikan, Walikota Cilegon Helldy Agustian belum terkonfirmasi. Pesan singkat melalui jejaring WhatsApp belum dibalas.

Penulis: Tim Beritakarya.co.id

Categories
Liputan Khusus

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: