Menunggu Sentuhan Bupati Irna Narulita

Minggu (6/62021) pagi, belasan bahkan puluhan warga Kampung Baturjaya, Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Pandeglang berkumpul di satu titik. Mereka akan segera melakukan aksi di lokasi. ...
Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Asep Rafiudin Ariel
Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Asep Rafiudin Ariel ikut gotong royong menambal Jalan Cadasari-Rego yang rusak parah

Aksi yang akan dilakukan bukan aksi demonstrasi, bukan menanam pohon di tengah jalan, bukan juga menebar lele di kubangan jalan yang penuh air setelah diguyur hujan.

Warga Kampung Baturjaya yang berkumpul itu, ramai-ramai akan menguruk Jalan Cadasari-Rego yang kondisinya memang rusak berat. Jika diibaratkan orang yang sakit, maka jalan itu kondisinya sakit parah.

Lubang-lubang menganga di sepanjang Jalan Cadasari-Rego. Roda dua mungkin masih bisa memilih agar tidak masuk lubang yang menganga itu, tetapi roda empat jangan harap. Tidak ada pilihan, dan pasti harus melalui lubang jalan yang menganga itu. Parah! begitu kondisinya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Asep Rafiudin Arief yang merupakan warga Baturjaya tak ayal menjadi sasaran aspirasi. Warga terus bertanya kepada Wakil Rakyat kapan jalan yang sudah sangat “kronis” itu akan diperbaiki.

Dengan lugas, anggota dewan dari Fraksi PKS itu mengungkapkan bahwa sejatinya anggaran untuk perbaikan ruas Jalan Cadasari-Rego itu sudah ada dan sudah dianggarkan pada 2020 lalu. Namun karena siaga Covid-19, anggaran kemudian dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Jawaban Asep Rafiudin itu tentu disertai bukti. Namun tetap saja kurang memuaskan. Sebab bagi warga, jalan yang rusak parah adalah satu hal dan Covid-19 adalah hal lain. “Jalan rusak ya jalan rusak, covid ya covid”. Begitu kira-kira jalan pikiran mereka.

Ada yang membanggakan dari warga Kampung Baturjaya itu. Meski kesal, marah, dan kecewa kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam hal ini Bupati Pandeglang, Irna Narulita, namun sikap warga Baturjaya patut dipuji. Mereka meluapkan kekecewaan bukan dengan aksi demonstrasi, bukan dengan cara menanam pohon pisang di tengah jalan.

Kekesalan, kemarahan, kekecewaan mereka tumpahkan dengan sepakat bergotong royong menguruk jalan yang kondisinya memang sangat tidak layak. Ibarat kata, ruas jalan itu hanya cocok berada di dunia ketiga.

Yang lebih mengharukan lagi, warga Kampung Baturjaya urunan untuk membeli quari (material urukan). Beruntung ada anggota dewan di sana, sehingga ada bantuan selender kecil untuk meratakan urukan.

Kegiatan di atas jika dilihat dari kacamata semiotik secara bebas, tentu berbeda maknanya. Pertama, aksi spontan warga Kampung Baturjaya itu adalah sebagai bentuk kekecewaan nyata dengan pola kriik satiris. Pemangku kebijakan harus malu karena disentil dengan keras oleh warga.

Kedua, aksi urunan yang dilakukan adalah bentuk kritik lainnya. Jika covid menjadi alasan utama, maka warga pun sesungguhnya terkena dampaknya secara ekonomi. Tetapi toh mereka bisa iuran.

Jika diungkapkan dengan kata-kata, itu sama saja dengan bahasa “kalau ada kemauan mah pasti bisa”. Artinya juga, bahwa pemerintah kurang kenceng kemauannya memperbaiki jalan yang rusak itu.

Sekarang, warga sudah memulai dengan cara menguruk jalan sebisanya. Tentu kemampuan mereka tidak sama dengan kemampuan pemerintah. Tinggal bagaimana pemerintah mau mendengar aspirasi satire ala warga Kampung Baturjaya itu.

Jika Covid-19 masih jadi alasan, tentu saja kurang pas alasan itu mengingat sektor lain sudah berjalan biasa meski masih belum sempurna.

Jika alasannya politis (perolehan suara minim saat pilkada) misalnya, itu juga sudah tidak relevan. Sebab manakala seorang calon bupati menang dan dilantik, dia menjadi pemimpin untuk seluruh warganya, baik yang mendukung maupun yang tidak.

Pendek kata, gerakan satire warga Kampung Baturjaya itu perlu mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan. Sentuhan Bupati Pandeglang, Irna Narulita dengan bergerak cepat memperbaiki jalan sangat dibutuhkan. Sayang, Irna Narulita belum terkonfirmasi. Hingga tulisan ini dipublikasikan, pesan WhatsApp belum dibalas.

Wallahu’alam

Categories
Editorial

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

  • Prank KCS

    Ibarat boomerang, program populis Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) yang dijanjikan Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta jauh sebelum terpilih sebagai kepala daerah kini berbalik menjadi senjata makan tuan....
  • Ilustrasi pendidikan

    Sengkarut Rencana Pendirian SMP

    Dunia pendidikan penting bagi tumbuh kembangnya generasi bangsa. Upaya meningkatkan strata pendidikan dengan membangun sarana pendidikan yang layak, adalah sebuah cita-cita yang mulia dan patut mendapatkan apresiasi....
%d blogger menyukai ini: