Tingkatkan Kualitas Guru, Daarul Islah Gandeng Trainer Nasional

BERKARYA.CO.ID, CILEGON – Pelatihan How To Be a Great Teacher yang diadakan di Pondok Pesantren Daarul Islah, Jombang, Cilegon Banten dan dipandu oleh Trainer Nasional, Ferdinal Lafendry sangat memberikan...
BERKARYA.CO.ID, CILEGON – Pelatihan How To Be a Great Teacher yang diadakan di Pondok Pesantren Daarul Islah, Jombang, Cilegon Banten dan dipandu oleh Trainer Nasional, Ferdinal Lafendry sangat memberikan energi positif bagi para guru-guru di Yayasal Al-Islah, termasuk bagi para guru yang mengajar dan mengabdikan diri di Ponpes Daarul Islah.
Pelatihan ini dibuka oleh Ketua Yayasan Al-Islah Cilegon yang juga sekaligus Kepala Bappeda Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati. Dalam sambutannya Ratu Ati mengatakan, sebelum membenahi diri, ada baiknya melakukan introspeksi diri terlebih dahulu.

Baca Juga: Mantap! Akbid Al-Islah Sudah Terakreditasi

“Dengan begitu, kita akan menjadi tahu kekurangan yang terdapat di dalam diri kita. Begitu pun bagi seorang guru. Guru yang baik adalah mereka yang selalu memiliki keinginan untuk memperbaiki kualitasnya dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didiknya,” kata Ratu Ati.
Untuk meningkatkan kualitas guru, lanjutnya, diperlukan anggaran yang besar. Namun, berapa pun anggarannya, peningkatan kualitas SDM guru tetap harus selalu dilakukan. Sehingga mutu guru dapat benar-benar ditingkatkan.
Dalam pelatihan itu, ia mengajak setiap guru untuk menjadi guru terbaik, yaitu guru yang senantiasa mampu melejitkan potensi anak didiknya.
Menurut Ferdinal Lafendry, untuk menjadi guru terbaik ditentukan oleh tiga hal. Pertama, peningkatan Motivasi, jurus kuncinya yang terdiri dari: (i) Mencintai Pekerjaan, (ii) Tidak pernah berhenti untuk belajar, (iii) Memiliki nilai-nilai spiritual dalam mengajar dengan cara menghadirkan anak didiknya dalam do’a, (iv) Mengajar dengan hati.
Kedua, kapasitas Pengetahuan, jurus kuncinya adalah: (i) Menjelajahi kemampuan siswa (Doscovering Ability), (ii) Memahami cara kerja otak dalam menyerap informasi. Ketiga Keterampilan, jurus kuncinya: (i) Apersepsi, (ii) Variasi metode dalam pembelajaran, (iii) Penguasaan Information Communication and Technology (ICT), (iv) Membuat Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang kreatif.
Pelatihan yang dilakukan selama dua hari di Ponpes Darul Ishlah melahirkan antusiasme yang luar biasa bagi para pendidik yang hadir diacara tersebut dan memberikan cakrawala pengetahuan pada mereka bahwa mengajar di kelas tidak sekedar transfer pengetahuan semata, tetapi juga perlu menelusuri kecerdasan dan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik.
Kunci sukses dalam melakukannya adalah dengan menerapkan berbagai macam metode pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Sehingga pembelajaran yang diberikan tidak bersifat monoton.
Keberhasilan siswa-siswi dalam proses pembelajaran, sangat dipengaruhi oleh kualitas guru.  Turut hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Kota Cilegon, Muhtar Gojali.  Sekretaris Yayasan Al-Ishlah Cilegon, Ratu Amalia Hayani, Pengawas SMA Provinsi Banten, Ismun Darajatiningsih.
Terdapat sekitar 100 peserta dari pelatihan yang bertajuk “How To Be a Great Teacher” tersebut. [ZQ]
Editor: Iffan Gondrong
Categories
Pendidikan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: