Mayoritas Fraksi di DPR Sepakat Pemilu 2019 Tanpa Presidensial Threshold

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA – Mayoritas fraksi di DPR menyepakati setiap parpol dapat mengusung calon presiden dan cawapres masing-masing pada Pemilu 2019. Sebanyak 7 dari 10 fraksi di DPR menghendaki ambang...
Lukman Edy/detik.com/NET
BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA – Mayoritas fraksi di DPR menyepakati setiap parpol dapat mengusung calon presiden dan cawapres masing-masing pada Pemilu 2019.
Sebanyak 7 dari 10 fraksi di DPR menghendaki ambang batas presidensial (presidential threshold) sebesar 0 persen.
“Mayoritas Fraksi di Panja RUU Pemilu menghendaki Pemilu 2019 nanti tanpa Presidensial Threshold. Hanya Fraksi Golkar, PDIP, dan Nasdem yang menolak, dan menghendaki Presidensial Threshold tetap 20 persen, sama seperti pemilu sebelumnya,” ujar ketua Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu, Lukman Edy melalui keterangan tertulisnya, Selasa (2/5/2017).
Politikus PKB itu mengatakan, 7 fraksi di DPR memiliki tafsiran yang sama mengenai Keputusan MK No 14/PUU-XI/2013 di mana menjelaskan keserentakan Pemilu Legislatif dan Eksekutif pada tahun 2019 berimplikasi kepada ditiadakannya Presidensial Threshold. Adanya Presidensial Threshold dianggap bertentangan dengan Keputusan MK.
“Di dalam diskusi di rapat Panja, memang berkembang ada opsi Presidensial Threshold sama dengan Parliamentary Threshold, tetapi opsi ini dianggap sama dengan Presidensial Threshold yang lama (20 persen-25 persen), karena persoalannya bukan di pilihan angka threshold, tetapi persoalannya antara konstitusional dan inkonstitusional,” kata Lukman.
“Jika pada akhirnya Pansus akan menyepakati Pemilihan Presiden tanpa Threshold, maka semua Partai Politik Peserta Pemilu boleh mengusung calon presiden dan wakil presiden baik itu diusulkan oleh 1 partai politik saja maupun gabungan partai politik,” jelas Lukman.
Walaupunterbukaopsisetiapparpoldapatmengusungcapres dan cawapressendiri, LukmanmengatakanpadaPemilu 2019 tetapterjadikoalisiantar-parpol.
“Sehingga hanya akan ada 2 atau 3 calon yang kuat dan menonjol serta mendapat perhatian publik. Sementara calon yang lain, mungkin sebagai pelengkap saja. Situasi ini akan mirip dengan pemilihan Presiden Amerika Serikat,” ucap Lukman.
Lukmanmenjelaskanrekomendasitersebutakandiputuskan di dalam forum pengambilankeputusanisu-isukrusialpada 18 Mei mendatang. SetelahUUPenyelenggaraanPemiludiundangkan, setiapparpolbersiapmemasukitahapanpersiapanPemilu 2019.
“Namun saya mengingatkan kepada semua peserta pemilu bahwa masa kampanye baru akan dimulai 6 bulan sebelum tanggal 17 April 2019, atau baru akan dimulai tanggal 1 Oktober 2018. Mudah mudahan tidak ada yang curi start,” tutup Lukman.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Politik

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: