Maksa Mudik Bisa Kena Sanksi Pidana

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Sanksi tegas untuk pemudik yang tetap memaksa pada saat diberlakukan larangan mudik Idul Fitri 2021 siap menanti....

Pemerintah telah menetapkan adanya larangan mudik lebaran yang berlaku pada 6-17 Mei 2021. Dimana larangan tersebut diikuti dengan didirikannya sejumlah pos penyekatan arus mudik diberbagai daerah.

Kapolda Banten, Irjen Pol. Rudi Hartono mengatakan, akan ada ancaman pidana bagi masyarakat yang memaksa untuk mudik dan melakukan perlawanan kepada petugas.

Kapolda mengungkapkan, ada pasal-pasal pidana yang dapat diterapkan kepada pemudik yang melakukan perlawanan kepada petugas, yakni Pasal 212 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.

Lalu ada Pasal 216 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 4 bulan 2 minggu, dan Pasal 218 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 4 bulan 2 minggu.

“Sebetulnya ada pasal-pasal pidana yang bisa diterapkan kalau yang bersangkutan melakukan perlawanan kepada petugas. Itu ada ancaman pidananya,” kata Irjen Pol. Rudi usai meninjau pos penyekatan di Pelabuhan Merak, Kamis (6/5/2021).

Namun demikian, Kapolda berharap masyarakat sadar dan patuh terhadap imbauan untuk tidak mudik pada hari raya Idul Fitri 2021.

“Ya harapan kami, kami tidak melakukan itu. Yang penting bagi kami kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan mudik, demi kita sama-sama melakukan pencegahan Covid-19,” ujarnya.

Hingga saat ini, menurut Kapolda, kesadaran masayarakat terhadap larangan mudik tahun ini dinilai cukup baik, hal itu nampak dari sedikitnya kendaraan pribadi yang menuju ke Pelabuhan Merak.

“Tadi saya amati, saya pantau, dan monitor kayanya warga sudah sadar. Karena tadi saya melihat sepi, kendaraan pribadi tidak begitu banyak tapi saya lebih melihat kendaraan-kendaraan logistik yang masuk,” pungkasnya.

Penulis: Maulana Abdul Haq

Categories
Banten

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: