Mahasiswa Soroti Pencemaran Laut, Diduga Dari Limbah Bahang PLTU Jawa 7

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Lintas Mahasiswa Terate soroti pencemaran limbah di Pesisir Pantai Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang....

Mereka menduga, limbah itu merupakan limbah bahang dari Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7, yang merupakan limbah air panas yang dihasilkan dari pembakaran batubara, yang dibuang ke laut dalam keadaan masih bersuhu tinggi.

Aktivis Lintas Mahasiswa Terate, Iqbal Elbetan mengatakan, selama hampir 3 tahun PLTU Jawa 7 beroperasi, banyak menimbulkan dampak yang signifikan bagi lingkungan.

Salah satunya yakni menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan di sekitar PLTU akibat limbah yang berbentuk seperti busa dan berbau namun tak terlalu menyengat.

“Jadi limbahnya itu memang bentuknya seperti busa, tapi tidak berwarna putih, warnanya agak kecokelatan. Saat busa itu dipegang teksturnya seperti bubur dan bau, tetapi tidak terlalu menyengat.  Dan ketika air limbah itu diturunkan, air laut berubah drastis menjadi panas, masih sampai sekarang,” kata Iqbal saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/8/2021).

Iqbal menuturkan, limbah tersebut dibuang ke laut pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Ia bersama warga sempat mengambil foto bukti limbah yang dibuang mencemari laut yang letaknya tak jauh dari PLTU Jawa 7.

“Sudah beberapa kali kita menguji di lab (laboratorium) tetapi memang sampai sekarng belum ada hasil. Sudah beberapa kali memang dan yang mereka lakukan hanya menyimpan jaring-jaring saja dari mulai tempat keluarnya limbah. Mungkin untuk limbah tersebut tidak berceceran, tapi pada dasarnya tetap saja limbah itu keluar,” tuturnya.

Iqbal mengungkapkan, limbah itu sangat berdampak terhadap masyarakat khususnya nelayan. Sejak adanya PLTU Jawa 7, lanjut dia, hasil tangkapan ikan nelayan di sekitar pesisir menurun.

“Biasanya memang sebelum adanya PLTU Jawa 7, nelayan mencari di pesisir saja sudah dapat banyak ikannya. Nah, setelah adanya PLTU, tangkapan ikan nelayan tidak terlalu banyak. Kita harus ke tengah laut untuk mencari ikan, karena di pesisir sudah habis atau mungkin mati karena limbah,” ungkapnya.

Masih kata Iqbal, limbah itu seharusnya dapat ditangani dengan baik, dimana semestinya limbah harus ditampung terlebih dahulu di instalasi penampungan air limbah (IPAL) agar aman ketika dibuang ke laut.

“Seharusnya air limbah harus melihat kualitas air, yang seharusnya ditampung terlebih dahulu ke IPAL dan di kelola secara baik dan setelah limbah cair sudah seperti air bersih kemudian dapat dibuang. Dan hal ini saya melihat tidak sesuai dengan realita yang ada di Amdal,” ujarnya.

Sementara itu, manajemen PLTU Jawa 7 Herdian mengatakan, pihaknya saat ini belum dapat menjawab terkait persoalan tersebut.

“Saya tidak berkompeten untuk menjelaskan permasalahan ini, kami tampung saja pertanyaan yang dibutuhkan, nanti dijawab oleh PIC (Person In Charge),” ujar Herdian kepada awak media melalui pesan WhatsApp.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
IndustriSerang

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: