M Nizar: Yang Sontoloyo Itu yang Ngotot Minta Dana Kelurahan

BERITAKARYA.CO.ID, JAKARTA - Pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan banyak politisi sontoloyo terkait kritik terhadap dana kelurahan, direspons politisi Gerindra, Moh Nizar Zahro.
Moh Nizar Zahro/NET

Dilansir dari JPNN.com, Anggota Badan Anggaran DPR itu menyatakan bahwa yang sontoloyo itu adalah pihak yang ngotot meminta dana kelurahan dianggarkan di RAPBN 2019, padahal dasar hukumnya tidak ada.

“Dasar hukumnya enggak ada dana kelurahan ini. Presiden pakai bilang politikus sontoloyo. Yang sontoloyo itu yang ngotot minta dana kelurahan tiga triliun, tapi regulasinya tidak ada,” kata Nizar seperti diberitakan JPNN.com, Rabu (24/10/2018).

Dia pun mengingatkan Jokowi, mungkin lupa bahwa dalam pidato pengantar Nota Keuangan RAPBN 2019 pada 16 Agustus lalu, tidak disinggung soal dana kelurahan.

“Dalam nota keuangan 2019 tidak diajukan dana kelurahan. Di RUU APBN 2019 juga enggak minta dana kelurahan,” jelas Nizar.

Diketahui, masalah dana kelurahan baru disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat dengan Banggar DPR pekan lalu. Saat itu disampaikan dana yang ingin dikucurkan pemerintah sebesar Rp3 triliun. Alokasi itu diambilkan dari alokasi dana desa.

“Nasehat saya ke presiden kalau ajukan APBN itu buat aturan hukum yang komplit dan perencanaan yang bagus. Jangan tiba-tiba ngotot minta dana kelurahan padahal regulasi dan dasar hukumnya tidak ada,” tuturnya.

Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, hanya mengatur soal dana desa. Sedangkan di UU Nomor 23/2014 tentang Pemda, lanjut Nizar, kelurahan merupakan SKPD di bawah kecamatan.

Diketahui, Presiden Jokowi sempat mgnungkapkan kalimat politisi sontoloyo saat menghadiri pembagian sertifikat tanah di Kebayoran Baru, Selasa (23/10/208) lalu. Pernyataan itu langsung menuai reaksi baik yang pro maupun yang kontra.

Baca Sumber

Uploader: Iffan Gondrong

Categories
Nasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: