Kuasa Hukum Sebut Uteng Diperas Oknum Kejari Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Kuasa hukum tersangka kasus dugaan suap perizinan parkir pada Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon Uteng Dedi Apendi sebut ada dugaan tindakan pemerasan terhadap klien....

Kuasa hukum Uteng, Bahtiar Rifai mengungkapkan, dugaan tindakan pemerasan tersebut dilakukan oleh oknum pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon terhadap kliennya tersebut.

Bahtiar Rifai and Partners yang ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh Kepala Dishub Cilegon non aktif tersebut bahkan mengaku telah memegang bukti-bukti terkait dugaan pemerasan terhadap kliennya itu.

“Berdasarkan informasi dan fakta serta bukti yang kita pegang, ternyata klien kami ini banyak mengalami pemerasan oleh oknum yang memiliki jabatan struktural di lingkungan Kejaksaan Kota Cilegon,” kata Bahtiar kepada wartawan, Senin (27/9/2021).

Bahtiar menjelaskan, nilai pemerasan yang dimintai oleh oknum tersebut kepada Uteng cukup besar, dimana hal tersebut terjadi sebelum dan selama proses penyelidikan kasus tersebut berjalan.

“Bahwa peristiwa itu sudah terjadi dan uang pun sudah diserahkan. Sebelum berjalan pun, mau berjalan pun, itu sudah ada, oknum datang ke kantor dinas. Nilainya Rp100 juta, yah pada prinsipnya akan mengkondisikan, agar perkara tidak dinaikan, ini berdasarkan pengakuan klien kami,” jelasnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, Bahtiar menegaskan pihaknya berkomitmen untuk melakukan langkah hukum dengan melaporkan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum tersebut ke Komisi Kejaksaan RI, Kejaksaan Agung dan Kejati Banten.

“Bukti-bukti sudah kami pegang, sudah kami kumpulkan, sudah kami inventarisir. Dan kami tim kuasa hukum beserta klien kami Bapak Uteng berkomitmen akan melakukan langkah hukum dengan melaporkan beberapa oknum tersebut,” ujarnya.

Kajari Cilegon Membantah

Menanggapi dugaan tersebut, Kepala Kejari Cilegon Ely Kusumastuti melalui Kepala Seksi Intel Kejari Cilegon Hasan Asy’ari mengaku pihaknya tidak pernah melakukan perbuatan tersebut.

Hasan mengatakan, segala yang dilakukan pihak Kejari Cilegon dalam kasus dugaan suap yang menjerat Kepala Dishub Cilegon non aktif tersebut dilakukan secara profesional.

“Tidak ada, baik pemerasan segala macem engga ada. Kalau memang misalkan ada pemerasan segala macem, sebut namanya, buktikan pemerasannya seperti apa,” tandasnya.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: