KS Tolak RIP PCM, Direksi Sebut KS Ingkari Janji

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Pembangunan akses jalan Pelabuhan Warnasari nampaknya kembali tersendat....

Hal itu lantaran PT Krakatau Steel (KS) belum memberikan izin kepada PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) dan menolak Rencana Induk Pelabuhan (RIP).

Penolakan tersebut disampaikan PT KS melalui surat yang ditandatangani oleh Direktur SDM PT KS, Rahmad Hidayat, perihal pembangunan akses jalan Pelabuhan Warnasari, tertanggal 21 April 2021.

Dalam surat tersebut, PT KS belum memberikan izin kepada PT PCM karena belum ada persetujuan tertulis dari peserta rapat perwakilan stakeholder atas kesepakatan bersama pada saat pertemuan online meeting pada 10 Maret 2021 lalu.

Disebutkan juga dalam surat itu, PT KS dan group menolak RIP yang diajukan oleh PCM dengan alasan desain dermaga PT PCM menghalangi perairan di depan tanah PT Krakatau Daya Listrik (KDL) dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Sehingga dalam pengembangan pelabuhan yang akan didirikan oleh BUMD Pemkot Cilegon itu akan berdampak mengganggu aktivitas kedua anak perusahaan PT KS, serta tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) PT PCM, Arief Riva’i Madawi mengatakan, pihaknya merasa aneh dengan keputusan PT KS tersebut.

Arief menyebutkan, hal tersebut sebagai bentuk pengingkaran perjanjian tukar guling (ruislag) lahan Kubangsari dan Warnasari antara PT KS dan Pemkot Cilegon.

Dimana kata Arief, dalam perjanjian tukar guling tersebut didalamnya termasuk terkait dengan akses pembangunan Pelabuhan Warnasari yang akan menjadi aset Pemkot Cilegon sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Ini pengingkaran perjanjian antar ruislag ini kenyataannya. Ini kan bentuk arogansi KS kepada masyarakat Cilegon,” kata Arif Madawi saat konferensi pers di Kantor PT PCM, Jumat (23/4/2021).

Arif mengatakan, sebelumnya pihaknya bersama dengan Pemkot Cilegon telah melakukan kordinasi dan komunikasi dengan seluruh stakeholder, serta telah membuat perjanjian untuk mendukung pembangunan Pelabuhan Warnasari.

“Sudah tinggal dibangun sekarang ini, tapi kenapa akhirnya timbulnya seperti ini,” tuturnya.

Terkait dengan penolakan RIP yang ditujukan kepada pihak PCM tersebut, Arif mengatakan hal itu tidak relevan.

“Jadi engga ada alasan, karena KS sebagai apa gitu, kan bukan regulator,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT PCM, Akmal Firmansyah mengatakan, dengan menolak RIP Pelabuhan Warnasari tersebut, PT KS berarti menolak RIP Provinsi Banten.

“Tapi sekarang RIP sudah jadi, yang lucunya KS menolak RIP ke PCM, itu salah alamat, harusnya pada waktu pembahasan dulu mereka menolak,” katanya.

Akmal mengungkapkan, dalam perjanjian dulu antara Pemkot Cilegon dengan PT KS, ada klausul yang menyebutkan dimana PT KS akan memberikan izin untuk jalan akses Pelabuhan Warnasari.

“Ternyata sekarang izin dipersulit, kemudian muncul surat ini. Berarti disini bisa ditafsirkan, apa yang diinginkan oleh mereka, sehingga cita-cita masyarakat ingin ada percepatan pembangunan Pelabuhan Warnasari terhambat,” tuturnya.

Akmal juga mengatakan, rencana desain pembangunan atau Detail Engineering Design (DED) lahan Pelabuhan Warnasari seluas 45 hektar dibuat oleh PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC).

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: