KPK: Setnov Hadiri Beberapa Pertemuan Tekait e-KTP

BERITAKARYA.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar membuktikan ucapannya terkait pemanggilan ulang Setya Novanto (Setnov) untuk dimintai keterangan seputar kasus proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP.

Seperti diketahui, sebelumnya KPK menjadwalkan pemeriksaan Setnov beberapa waktu lalu, namun setnov tidak bisa memenuhi panggilan KPK karena tengah berada di luar negeri (Amerika). KPK kemudian menyatakan akan menunggu kepulangan Setnov dari Amerika untuk dimintai keterangan kemudian.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) diperiksa KPK pada Selasa (10/1/2017) untuk memastikan terkait dugaan pertemuan yang dihadirinya. Febri menjelaskan, pertemuan tersebut yakni berkaitan dengan alur kasus (e-KTP). Pertemuannya sendiri dilakukan di Kantor DPR dan juga sejumlah hotel di Jakarta.

Febri menolak memberitahukan di hotel mana saja pertemuan itu dilakukan.  “Kami menemukan informasi memang ada pertemuan dan hal itu penting untuk diklarifikasi lebih lanjut agar penyidikan utuh dan juga untuk kebutuhan pengembangan perkara ini,” tutur dia di kantor KPK, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

“Di pemeriksaan kali ini, terkait pertemuan yang diduga dihadiri oleh saksi (Novanto) di Jakarta. Ada yang di Kantor DPR, ada juga di sejumlah hotel di Jakarta. Dan kita konfirmasi ke saksi (Novanto),” tambah dia.

Dalam pemeriksaan di KPK hari ini, Novanto dipertemukan dengan salah satu pihak yang berkaitan dengan penyidikan proyek e-KTP. Namun Febri belum dapat membeberkan siapa pihak yang dipertemukan dengan Novanto itu.

“Pada prinsipnya, penyidik mempertemukan Novanto dengan salah satu pihak ini untuk memastikan apakah pertemuan tersebut dihadiri yang bersangkutan apa tidak,” jelas dia.

Febri juga menegaskan Novanto diperiksa pada hari ini di KPK sebagai saksi dan juga Ketua Fraksi Partai Golkar Periode 2009-2014 saat itu. Anggapan bahwa Novanto adalah pihak yang berada di balik kasus proyek pengadaan e-KTP itu masih perlu pengecekan silang ulang.

“Kami tegaskan SN diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi rangkaian peristiwa utk tersangka (S) Sugiharto, sehingga dugaan pelanggaran belum dibahas lebih jauh, kecuali pelanggaran oleh tersangka. Bahwa perkara ini berkembang, kami sampaikan hal itu sangat mungkin terjadi sepanjang informasi yang kita dapat itu cukup,” kata dia.

Sumber : Republika.co.id

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: