KONI Cilegon Lakukan Evaluasi, Ketua Cabor Pertanyaan Dasar Hukum

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon menginstruksikan agar satu orang hanya memimpin lebih dari satu cabang olahraga (cabor)....

Ketua KONI Cilegon, Abdul Salam mengatakan, hal tersebut ditujukan agar setiap individu yang mengurus cabor dapat fokus dan konsentrasi dalam meningkatkan prestasi olahraga Cilegon.

“Saya mengevaluasi semuanya, kemudian saya mengambil kebijakan bahwa satu orang tidak boleh memimpin lebih dari satu cabang olahraga,” kata Salam kepada Beritakarya.co.id, Senin (19/4/2022).

Salam menuturkan, hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang baru, pasalnya di kepengurusan KONI sebelumnya, evaluasi tersebut seringkali dibahas dalam setiap rapat.

Untuk itu, lanjut Salam, kebijakan yang merupakan program kerja yang telah dikordinasikan dengan jajaran pimpinan dan dewan pengawas tersebut mulai digulirkan kepada 48 cabor yang tergabung di KONI Cilegon.

“Pegang satu cabor saja belum tentu berprestasi, apalagi dua sampai tiga. Itulah yang kita evaluasi, makanya kita mengambil kebijakan seperti itu. Kita tidak suruh mundur semua, kita suruh pilih salah satu, supaya lebih konsentrasi. Apalagi kita menghadapi Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Banten 2022,” tuturnya.

Salam mengatakan, kebijakan tersebut memang bukan merupakan aturan dasar atau aturan rumah tangga (AD/ART) dari KONI maupun cabor.

Ia mengaku, kebijakan tersebut semata hanya untuk meningkatkan prestasi olahraga yang telah ditargetkan oleh KONI Cilegon.

“Yang saya bicarakan adalah peningkatan prestasi. Artinya kalau mereka pegang tiga cabor, ketiganya berprestasi, saya akan berikan kesempatan itu. Karena muara pembinaan olahraga adalah prestasi,” ucapnya.

Disinggung terkait anggaran cabor yang tidak akan dicairkan ketika masih ada pengurus yang memegang lebih dari satu cabor, Salam mengaku hal tersebut bukan merupakan dasar dari kebijakannya.

“Dalam kebijakan ini ada tiga hal yang perlu di catat, pertama agar pengelolaan dan laporan keuangan tidak tumpang tindih, kedua secara etika memberikan kesempatan kepada yang lain, dan ketiga adalah prestasi. Karena tujuan kita kan untuk prestasi olahraga Cilegon. Ayo kita sama-sama bekerja agar mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Salam.

Menanggapi kebijakan tersebut, Zulandry Firman yang merupakan Ketua Umum Renang dan juga Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Cilegon mengatakan, hal itu tidak diatur dalam sistem peraturan olahraga di Indonesia.

“Dalam perundang-undangan sistem olahraga kita hal itu tidak diatur, dan juga dalam AD/ART cabang olahraga juga belum mengatur hal itu. Maka, boleh atau tidak boleh tentu Anda bisa menilainya,” kata dia.

Zulandry yang juga Ketua Harian Cabor Softball Cilegon itu mengaku, tengah berkordinasi dengan seluruh pengurus dan pelaku di cabor yang dipimpinnya terkait dengan kebijakan yang akan diterapkan oleh Ketua KONI Cilegon tersebut.

“Secara pribadi apa yang dicanangkan KONI, saya mendukung penuh rencana ini. Namun tentu butuh sedikit ruang waktu agar dapat dijalankan sesuai AD/ART, tanpa melenceng dari tatanan organisasi. Menuju sesuatu yang lebih baik, kita tempuh jalan yang baik juga,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: