Komisi II: Jika Benar, Dindik Telah Dzolim

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Warga Cilegon resah dengan beredarnya video dukungan rencana pembangunan SMP 13 di Kelurahan Masigit dan rencana pembangunan SMP 14 di Kelurahan Lebak Denok....
Rangga Ofan Kurniawan
Rangga Ofan Kurniawan

Keresahan itu muncul lantaran dukungan pembangunan gedung SMP dimaksud berdiri di atas lahan SD Negeri yang hingga kini masih aktif melakukan proses belajar, dan tidak ada sosialisasi terlebih dahulu.

Netizen pun angkat bicara terkait rencana pembangunan Gedung SMP di atas lahan SD Negeri yang masih aktif itu. Salah satunya @Pendi Kubank Menyawak.

Di laman medsosnya Pendi memposting bahwa dirinya menerima pengaduan dari ibu-ibu, khususnya yang anaknya sekolah di SDN Walikukukun.

“Mereka mempertanyakan video yang beredar tentang persetujuan pembangunan SMP 14 di lahan SD Walikukukun, sedangkan SD tersebut sampai saat ini masih beroperasi dan memiliki murid dari Kelas I sampai Kelas VI,” tulis Pendi.

Dalam video, lanjut Pendi, disebutkan eks SD Walikukukun. Para wali murid mempertanyakan bagaimana bisa SD yang masih aktif kok disebut bekas (eks, red).

“Lalu bagaimana nasib muridnya? Mengapa rapat persetujuan tidak melibatkan wali murid? Bahkan tidak ada imbauan sama sekali,” tulis Pendi lagi.

Kepala Dindik Cilegon, Ismatullah saat dikonfirmasi mengatakan, Dindik masih komunikasi dengan Lurah Lebak Denok, RT dan RW. Ia mengakui belum melakukan sosialisasi dengan guru dan wali murid.

“Adapun keresahan orangtua cukup saya pahami, dan saat ini sudah kita laporkan ke walikota untuk kita disikapi,” kilahnya.

Saat ditanya mengapa belum ada sosialisasi tapi sudah ada pernyataan sikap dimana narasi yang dibacakan sama redaksinya, Ismatullah belum memberikan penjelasan.

Begitupun saat ditanya apakah narasi yang dibacakan dimana kalimatnya sama dari awal sampai akhir itu bikinan pihak Dindik. Ismatullah belum merespon.

Walikota Cilegon, Helldy Agustian saat ditanya perihal kegaduhan itu mengarahkan agar hal itu ditanyakan ke Dindik.

“Tanya Kepala Dindik ya, saya tidak paham,” kata Helldy melalui pesan WhatsApp, Kamis (20/5/2021).

Kalau Perlu Bangunan SMP di Lahan Sendiri

Anggota Komisi II DPRD Cilegon, Rangga Ofan Kurniawan menyesalkan dukungan membangun SMP yang tidak melibatkan pihak sekolah dan wali murid itu. Ia juga menilai pihak-pihak yang berada di belakang rekayasa dukungan pembangunan itu telah berbuat dzalim.

“Bagaimana tidak dzalim, orang SD masih aktif kok disebut eks atau bekas. Yang namanya eks itu konotasinya bekas, bekas sekolah. ini sekolah masih ada kok disebut eks. Dzolim ini,” kata pria yang biasa disama Open itu berang.

Jika narasi dukungan yang dibacakan seperti dalam video itu adalah Dindik, maka Kepala Dindik telah mendzolimi guru, murid dan wali murid serta masyarakat Cilegon secara umum.

“Pendek kata, orang dzolim tak pantas menduduki satu jabatan penting,” pungkasnya.

Ia menegaskan, dewan sama sekali tidak menolak pembangunan gedung sekolah, sebab itu tujuannya untuk kemaslahatan masyarakat. Bahkan menurutnya, Dewan akan membuka pintu untuk dinas terkait soal penganggarannya.

“Kalau perlu kita dorong agar SMP baru itu dibangun di lahan sendiri, jadi tidak mengganggu sekolah yang sudah berjalan. Tentu saja jika APBD kita kuat untuk itu,” imbuhnya.

Open juga mempertanyakan langkah Kepala Dindik yang melakukan koordinasi pelaksanaan program pemerintah dengan cara diam-diam dan mengkondisikan dukungan tokoh masyarakat sekitar sekolah tanpa sosialisasi terlebih dahulu.

Penulis: Zainal Mutakin

Categories
Pendidikan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: