Kisah Awal KKN di Desa Penari, Tuah Mahkota Putih dan Selendang Hijau (Bag 5-HABIS)

Selendang hijau dari tas Ayu dan mahkota putih dikumpulkan oleh Nur, dimasukkan dalam kota ditutupi kain putih dan kitab suci. Lalu dia sembunyikan kotak itu di bawah meja kamar,...
KKN di Desa Penari
Film KKN di Desa Penari. Sumber Instagram@kknmovie

Setelah itu, Nur mencari Ayu dan meminta penjelasan Ayu soal selendang hijau itu. Ayu mengatakan bahwa selendang hijau itu untuk memikat Bima, tapi dia tidak bercerita darimana dia dapatkan selendang itu.

Ini cerita versi Nur. Suatu malam menjelang subuh Nur terbangun karena mendengar Widya menangis keras sekali. Ternyata Wisya melihat Ayu sudah terbujur kaku dengan mata melotot dan mulut menganga. Seakan dia ingin mengatakan sesuatu.

Nur kemudian mencari empat teman lainnya, tapi semuanya tidak ada. Widya yang tadi ada di dekatnya pun tiba-tiba menghilang. Nur berlari ke rumah Pak Prabu, lalu menyerahkan kedua benda itu tadi ke Mbah Buyut dan Pak Prabu.

Mereka benar-benar terkejut melihat benda-benda itu. Nur kemudian menceritakan perihal dua barang tersebut. Mbah Buyut kemudian mengatakan bahwa kedua benda itu adalah benda terlarang.

Kata Mbah Buyut, satu teman Nur masih terjebak dalam pusaran, satu lagi sudah kembali namun jiwanya belum kembali. Nur diminta untuk bersabar.

Tak lama berselang Wahyu muncul dengan wajah yang pucat. Dia datang bersama warga yang membopong Bima yang terlihat kejang-kejang.

Mbah Buyut lalu mengatakan bahwa ada dua orang yang jiwanya disesatkan, satu raganya akan kembali dan satu lagi bukan hanya jiwanya yang disesatkan namun raganya juga dan dia adalah Widya.

Menurut cerita Mbah Buyut, Mbah Dawuh yang memberikan mahkota itu menginginkan Widya yang memakainya. Mahkota itu adalah susuk yang berada di lengan sang penari, namun Nur menemukan mahkota itu dan menyembunyikannya.

Jadi, mahkota itu kehilangan pemiliknya. Itu artinya mahkota tersebut sekarang dimiliki oleh Nur, tapi Nur dilindungi oleh pendampingya yaitu Mbah Dok yang sebelumnya sudah diceritakan.

Pak Prabu kemudian meminta Bima dan Ayu diikat dengan tali putih dan ditutupi dengan kain kafan. Lalu Mbah Buyut masuk ke dalam kamar. Katanya akan menjelma menjadi seekor anjing dengan ilmu kebathinannya.

Sementara versi Widya. Malam-malam setelah rapat Widya melihat Bima sedang berjalan sendirian. Widya kemudian ke kamar Bima memberi tahu Anton dan Wahyu. Tapi Anton dan Wahyu beranggapan Bima sedang mengerjakan proyeknya.

Karena khawatir, Widya akhirnya mengikuti Bima. Rupanya Bima berjalan menuju Tapak Tilas. Dia mulai mendengar suara orang bersenandung disertai alunan gamelan.

Di ujung Tapak Tilas, jalannya sudah dipenuhi semak belukar. Widya tak tahu lagi apa yang terjadi. Yang dia ingat saat tersadar, dia sedang mengunyah daun dari semak-semak yang tajam dan berduri hingga tenggorokannya perih.

Dia terus mencari Bima. Tiba-tiba dia melihat Bima sedang berendam di kolam yang disekelilingnya ada banyak ular. Bima menoleh ke arah Widya dan Widya lari ketakutan.

Saat berlari, dia kembali mendengar suara gong, gendang dan gamelan serta suara-suara orang tertawa sangat keras. idya kemudian melihat banyak mahluk dengan wajah yang sangat menyeramkan. Ada yang matanya melotot, ada yang wajahnya cuman separuh, ada juga yang tidak punya wajah.

Widya menangis sejadi-jadinya. Tiba-tiba semua suara-suara itu berhenti. Widya melihat di depannya ada seorang wanita sedang menari.

Tarian itu membuat semua mata para mahluk tertuju kesana. Namun saat diperhatikan, perempuan yang sedang menari itu adalah Ayu. Widya melihat mata Ayu bengkak seperti habis menangis. Tatap mata Ayu yang tajam ke arahnya Ayu seolah bicara dan menyuruhnya untuk segera pergi.

Widya pun lari sambil terus menangis. Kemudian dia bertemu dengan anjing dan anjing tersebut membawanya kembali ke jalan keluar Tapak Alas.

Widya akhirnya sampai di rumah Pak Prabu. Disana Pak Prabu dan Mbah Buyut bercerita bahwa Bima dan Ayu telah melakukan perbuatan maksiat yang terlaran di tempat keramat yaitu Tapak TIlas, tepatnya di kolam pemandian.

Pak Prabu akhirnya bercerita tentang rahasia Tapak Tilas yang ternyata adalah tempat yang digunakan warga desa untuk pertunjukan tari.

Tapi pertunjukan tari itu bukan untuk manusia melainkan bangsa jin yang tinggal di dalam hutan. Tarian itu bertujuan agar bangsa jin tidak mengganggu warga desa. Dan penari-penari yang masih perawan itu ditumbalkan.

Lalu bagaimana dengan Ayu yang sudah tidak perawan? menurut Pak Prabu sejak awal Ayu digunakan sebagai perantara ke Widya lewat Bima. Namun Ayu tidak memenuhi tugasnya. Karenanya Ayu diberi jalan pintas dengan diberikan selendang hijau.

Akhir cerita, Ayu lumpuh total dan meninggal setelah tiga bulan kejadian tersebut. Sebelum meningga. Ibu Ayu sering melihat Ayu meneteskan airmata.

Bima juga meninggal. Menurut cerita, malam sebelum meninggal Bima sempat berteriak ular,ular!. Itu adalah kata terakhir Bima.

(Habis)

Categories
Nasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: