Kisah Awal KKN di Desa Penari, Tuah Mahkota Putih dan Selendang Hijau (Bag 3)

Sementara dari versi cerita Widya, saat Nur tadi sedang mandi tiba-tiba suasana sangat hening. Tidak terdengar suara apapun dari bilik mandi....
KKN di Desa Penari
Film KKN di Desa Penari. Sumber Instagram@kknmovie

Saat hening itu, Widya mendengar suara wanita berkidung dengan suara yang sangat halus. Widya pun menggedor-gedor pintu bilik mandi dan memanggil Nur. Saat itulah Nur keluar dari bilik mandi dengan wajah yang tampak ketakutan. Masih versi Widya, saat dia mandi tadi, dia merasa ada seseorang yang terus mengawasinya.

Karena berbagai hal aneh terus terjadi, Nur pun pergi ke rumah Pak Pbaru. Di sana, Pak Prabu bersama seorang kakek sementara di meja dan 3 cangkir kopi.

Seolah Pak Prabu akan ke rumahnya, kakek tua yang dipanggil Mbah itu mengatakan bahwa kopi itu untuk Nur. Nur pun disuruh meminum kopi itu.

Meski Nur tidak minum kopi, tapi Pak Prabu terus meminta Nur untuk meminum kopi itu. Nur pun meminumnya. Kopi itu terasa manis dan tercium aroma melati.

Mbah Buyut bertanya kepada Nur bagaimana rasa kopinya. Nur menjawab enak Mbah. Setelah itu Mbah Buyut mempersilahkan Nur menceritakan maksud kedatangan Nur ke rumah Pak Prabu.

Nur pun menceritakan bahwa sejak awal datang ke desa itu dirinya diikuti sosok mahluk tinggi besar. Nur meminta maaf jika dia telah melakukan kesalahan.

Mbah Buyut mengatakan bahwa Nur tidak salah. Kejadian itu terjadi karena Nur membawa sesuatu dari luar. Singkatnya Nur memiliki pendamping kasat mata. Nur pun diminta kembali besok malam.

Nur pun kembali ke penginapan. Malam itu dia bermimpi melihat Widya sedang memeluk ular. Nur terbangun dari mimpinya karena ada suara teriakan yang sangat keras dan banyak orang di luar. Ternyata di luar Widya yang sedang menari di tengah sawah, sendirian di tengah malam.

Namun versi Widya, justru malam itu dia melihat Nur keluar kamar dan menari di luar lalu Widya menghampiri Nur yang sedang menari, dan tiba-tiba Nur berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan.

Saat dia sedang terkejut melihat sosok megejutkan itu ada yang membangunkannya dan ternyata dialah yang sedang menari di tengah sawah.

Malamnya, sesuai dengan janjinya kepada Mbah Buyut, Nur pun kembali ke rumah Pak Prabu. Kemudian, Nur dibawa oleh Mbah Buyut ke sebuah batu tempat pertama kali dia melihat sosok hitam besar. Di sana, Pak Prabu menyembelih ayam dan menyiramkan darahnya ke batu tersebut.

Nur ditanya apakah dia percaya bahwa di hutan itu ada desa bernama desa halus? Nur menjawab percaya. Kemudian Mbah Buyut melanjutkan ucapannya.

Menurut Mbah Buyut, sebentar lagi Nur akan melihat ratusan ribu penghuni dari desa halus itu. Tak lama berselang, Nur melihat sosok hitam besar yang ditumbuhi bulu di sekujur tubuhnya dengan mata merah menyala. Mahluk itu sedang menjilati darah ayam di atas batu yang disiram darah ayam tadi.

Singkat cerita, Nur memiliki pendamping yakni seorang nenek tua bernama Mbah Dok. Itulah alasan mengapa Nur selalu diikuti sosok hitam besar itu.

Menurut Mbah Buyut, Nur dan Mbah Dok tidak bisa dipisahkan karena sudah menyatu jiwanya. Jika dipaksa dipisahkan, Nur bisa mati.

Mbah Buyut mendekati Nur, dan seakan menarik sesuatu dari ubun-ubunnya. Sejak itu, Nur tidak bisa melihat mahluk-mahluk yang ada di desa itu lagi.

(Bersambung)

Categories
Nasional

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

LOWONGAN

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: